Kesempatan Emas Untuk Menikmati Tubuh Cowok ABG.
ABG [ANAK BARU GEDE]
ABG atau Anak Baru Gede adalah istilah untuk anak usia remaja, mungkin di atas dua belas tahun atau lebih.Tetapi karena tidak ada batasan yang jelas bisa saja remaja umur tujuh belasan yang sudah keluar pejuhnya dan sudah tumbuh jembut dan bulu keteknya digolongkan pada ABG.
Di hotel bintang lima tempatku bekerja, selalu ada saja acara ABG atau remaja, bisa acara musik, acara dansa, acara kesenian lain,acara organisasi atau acara sekolah-sekolah elite dan bergengsi yang muridnya anak orang kaya.
Aku paling suka jika ada acara untuk ABG di hotel tempat aku bekerja. Aku suka melihat cowok-cowok remaja yang umumnya ganteng-ganteng dan bergaya. Sebagai cowok homosex aku tidak tertarik sama sekali pada cewek meskipun cantiknya seperti apa pun juga!
Kadang-kadang ada cowok ABG yang cukup PD[Percaya Diri] tampil mengenakan baju model singlet atau tanpa lengan - sehingga aku bisa “mengintip” apa kah bulu keteknya sudah tumbuh atau belum - dan jika sudah tumbuh apakah cukup lebat atau hanya sekedarnya saja,sebagai tanda bukti kelaki-lakian -nya dan kedewasaannya yang sempurna!
Ada juga kelompok ABG atau remaja yang mengada-kan acara berenang bareng di kolam renang. Cowok-cowok ABG zaman sekarang umumnya sangat percaya diri dan mereka menganggap bulu-ketek sebagai sesuatu yang “normal” atau “wajar” dan mereka tak merasa perlu menutup-nutupinya. Tentu saja aku yang “beruntung” dapat kesempatan untuk menikmati pemandangan bulu ketek pemuda remaja yang umum-nya lumayan lebat dan berwarna hitam itu!
Di kolam renang itu aku juga bisa melihat tubuh-tubuh cowok remaja yang hanya mengenakan celana renang. Ada juga yang PD, mengenakan kancut yang minim[bikini cowok].Karena remaja sekarang sudah banyak yang fitness minded,maka tubuh mereka juga tampak atletis, ketat berotot - amat indah untuk dipandang mata homo-ku yang cabul. Ta’i!
Jika ada cowok remaja ganteng,sexy dan bisepsnya bagus menawan, mengenakan baju model singlet dan aku sempat melihat bulu keteknya yang hitam lebat pasti kontolku jadi ngaceng. Melihat bulu ketek pemuda remaja yang lebat terasa amat merangsang!
ADRIAN SANG ABG
Pada suatu malam aku mengawasi acara untuk ABG di banquet hall.Karena aku manajer banquet maka aku punya alasan ikut-ikutan mengawasi pelayanan hotel kami di banquet hall itu.Aku sendiri tidak memperhatikan acara apa yang sedang diselenggara -kan di banquet hall itu. Yang jelas aku melihat bahwa yang hadir hampir semuanya remaja ada yang cowok ada yang cewek. Ada yang datang berduaan dengan pacarnya,ada yang berkelompok dan ada yang terkesan mojok.Mungkin mereka tak pandai bergaul atau masih malu-malu kucing.
Ketika aku sedang berdiri memperhatikan acara itu tiba-tiba seorang cowok remaja mendatangi aku untuk meminta tambahan kursi di panggung.Rupanya cowok remaja itu anggota panitia acara itu
Aku tahu, cowok remaja itu mendatangi aku karena aku mengenakan jas seragam hotel yang warnanya khas.Jadi,orang pasti tahu bahwa aku petugas atau pegawai hotel itu. Aku segera melayaninya dengan menugaskan salah seorang petugas hotel yang ada disitu untuk memenuhi permintaannya. Yang tidak dapat aku lupakan adalah wajah pemuda itu yang tampan dan tubuhnya yang atletis serta kulitnya yang putih bersih itu! Agh! Amat memukau.
Sebetulnya aku ingin lebih lama di banquet untuk memandanginya. Tapi sayang sekali aku ada tugas lain, sehingga aku terpaksa buru-buru kembali ke kamar-kerjaku. Sekitar pukul 22:00 aku pergi ke lobby untuk memeriksa keadaan. Memang ada pembagian tugas di hotel itu bagi kami para manajer yaitu bergantian memantau kondisi pelayanan hotel dan tamu-tamu-nya, terutama pada malam hari.
Tiba-tiba aku melihat cowok remaja yang tadi aku kagumi sedang duduk sendirian di salah satu sofa di lobby hotel itu. Otakku berpikir keras, kalau malam itu aku tidak “cepat bertindak”, pasti aku akan kehilangan dia untuk selamanya.Maka aku pun segera mendatanginya dengan cara yang elegan dan tidak menyolok dan aku langsung menyapanya :
"Selamat malam,Mas. Bagaimana acaranya sukses?", mungkin dia sedang melamun,sebab ia tampak agak terkejut. Tapi dia segera menjawab :
"Lumayan Mas. Lancar dan sukses juga", selanjut-nya aku pura-pura bertanya tentang acara sekolah yang baru saja diselenggarakan. Disini aku tidak akan menceritakan acara apa itu dan dari sekolah mana.Aku tak mau cerita karena aku khawatir jika cerita yang berdasarkan pada kisah nyata ini akan ditelusuri Pembaca siapa sebenarnya tokoh utama dari cerita ini - sang cowok ganteng itu! Aku memutuskan untuk duduk di dekatnya dan aku memperkenalkan diri dan pemuda itu menyebutkan namanya : Adrian.
Malam itu kami ngobrol agak lama sampai hampir tengah malam. Aku betah ngobrol dengan Adrian, sebab dia ganteng, atletis, bersih, harum, ramah, dan simpatik. Adrian baru tamat SMA/SMU, mungkin acaranya malam itu acara perpisahan atau acara PROM,seperti yang biasa dilakukan di High School di Amerika.
Dalam obrolan itu aku menangkap adanya kemuraman dalam diri Adrian. Oleh karena itu setelah kami ngobrol agak lama dan aku sudah merasa dekat secara emosional dengan Adrian aku memberanikan diri bertanya :
"Mas,maaf ya.Kenapa Mas Adrian kelihatan sedih?", Adrian segera tersenyum seperti ingin menutupi kegalauan hatinya dan berkata :
"Ah.Nggak apa-apa Mas.Lagi banyak pikiran aja".
Entah apa yang mendorong aku nekat untuk berkata:
"Kalau ada yang bisa saya bantu,saya selalu siap membantu lho Mas", Adrian tersenyum lagi dan menjawab :
"Terima kasih. Mas", lalu aku lhat dia merenung lagi.Aku menawarkan minuman dan Adrian memilih jus jambu. Tak lama kemudian minuman datang dan kami minum.
Setiap giliran piket, aku dapat jatah kamar di hotel itu. Aku tahu bahwa Adrian sedang gundah, tapi dia tak mau cerita apa masalah yang dihadapi -nya. Oleh karena hari sudah lewat tengah malam, sednagkan adrian kelihatannya tak ingin beranjak pulang, aku mengajak Adrian masuk kamar.Aku tidak berniat mencabulinya.Aku hanya ingin Adrian bisa sekedar istirahat menenangkan pikirannya.
Adrian mau ikut ke kamar.Dikamarku hanya ada satu bed besar yang muat dua orang.Jika perlu,aku juga bisa tidur di sofa. Di kamar itu ada sofa.
Sesampainya di kamar,aku lihat Adrian sudah amat mengantuk.Aku mempersilahkan Adrian memakai sikat gigi yang disediakan hotel jika dia akan gosok gigi.Di kamar mandi ada dua buah sikat gigi juga berikut pasta giginya.Rupanya Adrian pemuda yang bersih dan tertib, dia masuk ke kamar mandi. Aku dengar dia gosok gigi, agaknya dia cuci muka,dan mungkin juga kencing.Karena aku dengar suara air kencingnya mancur dan suara closet WC disentor [flushed].
Ketika Adrian keluar dari kamar mandi, aku segera persilahkan dia tidur di bed. Adrian berkata :
"Mas, saya biasa tidur buka baju", aku pun segera menjawab :
"Ya. Silahkan Mas. Santai saja. Kita ‘kan sama-sama cowok", sambil berkata begitu darah kelaki-lakianku jadi menggelegak kekepala.Apalagi ketika Adrian melepas baju dan celana luarnya hingga dia hanya mengenakan kancut yang rendah dan minim. Tubuhnya yang putih bersih tampak atletis. Otot dadanya menonjol ke depan dengan sepasang puting susu yang indah ketat dan melenting.Perutnya yang rata tampak bertonjolan otot membentuk six-packs. Lengannya kekar dan indah.
Dalam usianya yang baru tamat SMA/SMU itu, Adrian dengan penutup tubuh yang minim,nyaris telanjang bulat,tampak amat indah bagai bidadara yang baru turun dari surga! Adrian langsung naik ke tempat tidur berbaring menelentang. Kedua tangannya diangkat ke atas sehingga aku menampak pola pertumbuhan bulu ketek -nya yang lumayan lebat tetapi tumbuh terbatas di tengah belahan ketiaknya saja,mirip seperti pola pertumbuhan bulu ketek Christian Sugiono - sang bintang sinteron yang berdarah Indo - Jerman itu.
Adrian segera tertidur pulas, nafasnya tampak teratur. Aku memandanginya dengan amat bahagia. Aku merasa telah dihadiahi seorang bidadara dari surga. Aku pun melepas pakaian luarku - hanya berkancut aku lalu berbaring di samping Adrian yang tampan, rupawan, menawan, bak peragawan itu.Biasanya aku tidur bertelanjang bulat tetapi malam itu aku menyesuaikan diri dengan Adrian,tidur mengenakan kancut.Seperti juga Adrian,aku gemar mengenakan kancut yang seminim mungkin dan serendah mungkin, tetapi kuat untuk mencegah kondor jika aku harus melakukan kegiatan fisik.Aku biasanya mengenakan jockstrap [supporter] dengan rancangan [disain] yang lobang pantatnya tertutup,meskipun penutup-nya hanya semajcam tali-kain saja.
Aku pun segera tertidur. Menjelang subuh ketika suara-suara doa dan pengajian samar-samar mulai terdengar dipancarkan dari mesjid-mesjid yang ada di sekitar hotel aku terbangun. Aku melirik ke samping dan aku lihat Adrian sudah terbangun. Aku lihat Adrian berbaring menelentang pandangan matanya tampak menerawang.
Aku kasihan sekali pada Adrian.Karena itu Adrian aku dekati dan aku peluk.Adrian menurut saja aku peluk dan kemudian aku dengar suara isak tangis-nya.
Aku mendekapnya sambil mengusap kepalanya. Tubuh-ku dan tubuh Adrian yang nyaris telanjang itu terasa dingin akibat suhu AC kamar hotel itu yang mungkin disetel 23 atau 24 derajat Celsius.Tidak lama kemudian Adrian tertidur lagi dalam usapan dan dekapanku. Adrian aku baringkan perlahan dan tubuhnya yang indah nyaris telanjang bulat itu aku selimuti. Aku bangkit untuk sholat subuh dan setelah itu aku bersiap-siap untuk olahraga pagi.
Aku lari pagi sekitar lima kilometer di joggimg track hotel,latihan beban,dan latihan fisik push up dan sit up 1000 kali.Porsi latihan seperti itu ternyata selalu membuat nafsu berahiku [vitalitas dan libido] selalu menggebu-gebu. Itu lah sebab-nya aku tak dapat membiarkan begitu saja jika ada barang bagus[cowok ganteng],aku selalu mentarget-kan untuk dapat mencabulinya dengan cara apa pun by all means and at all cost!Karena nafsu berahi-ku harus selalu terpuaskan!
Selesai olah raga aku kembali ke kamar dan aku dengar suara Adrian mandi di kamar mandi.Aku pun segera mengeringkan keringat di tubuhku dan ganti baju dengan pakaian kering lalu aku menyemprot-kan parfum secukupnya.Sebetulnya keringatku tidak pernah berbau, karena aku rajin mengatur makanan-ku dan menjaga kebersihan tubuhku. Tapi aku suka memakai harum-haruman. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan aku lihat Adrian melangkah ke luar kamar mandi telanjang bulat. Dia memenag amat PD.Aku kagum pada pemuda remaja itu.
Aku suka melihat Adrian telanjang bulat dan aku bangga mendapat kepercayaan dan diizinkan melihat ketelanjangannya yang sempurna. Jembut Adrian tampak menghitam tumbuh luas tetapi rapi tidak berantakan. Kontolnya besar bagaikan ukuran kontol kuda dan disunat ketat.Biji peler-nya yang membulat dan berukuran serasi dengan ukuran kontolnya itu tampak tergantung di bawah kontolnya.Orang yang berkesempatan melihat kontol Adrian, aku yakin oran itu akan berbisik spontan: “..KONTOL..”, melihat kontol Adrian yang besar dan indah itu! Aku menyilahkan Adrian menggunakan amenities-ku dan juga parfum, deodoran, atau apa saja yang dia perlukan dan tersedia di meja rias kamar itu!
Sambil telanjang bulat Adrian menyisir rmabutnya. dari bayangan di cermin aku sempat melihat bulu keteknya ketika dia menagnkat tangannya ke atas untuk menyisir rambutnya. Kulihat kontol Adrian gembung, setengah ngaceng, hal ini menunjukkan bahwa Adrian punya kontol yang sehat.
Aku berjalan mendekat Adrian kemudian aku berdiri di belakangnya. Aku mendekatkan kepalaku ke bahu kirinya dan aku memandang refleksi wajah kami ber -dua di cermin. Tubuh kami hampir sama tinggi.
Adrian tersenyum melihat kelakuanku.Aku pun mulai mencumi lehernya, bahunya, kemudian aku menjilati dadanya yang menonjol kedepan dan puting susunya. Aku merasa nikmat dan adrian tampak menggeliat .
Aku berjongkok berlutut dan mulai mengisap serta menjilati kontol kudanya! Adrian membiarkan saja kelakuannku itu. Dia berdiri tenang-tenang dan tegak.Aku asyik menjilati memegang dan mengocok kontol besar Adrian.Adrian merasa nikmat.Sekali-seklai aku dengar dia berdesis HSST..HSST..HSST.! Tak lama kemudian Adrian berbisik :
"Mas. Aku sudah mau keluar",tapi tak aku acuhkan. Aku terus saja bekerja dan tidak lama kemudian pejuhnya pun muncrat : CROOOOOOOOT! CROOOOOOOOT! CROOOOOOOT!..,banyak volumenya dan tampak kental! ANTICLIMAX
Setelah pejuhnya keluar [dan aku telan], kami pun makan pagi bareng di kamar hotel.Pada kesempatan itu Adrian curhat padaku tentang masalah pribadi -nya.Ternyata malam itu Adrian kabur dari rumah. Rumah ayah angkatnya, yang membesarkannya sejak Adrian masih kecil.Tetapi ayah angkatnya sering sekali menggunakn rotan dan cambuk dalam mendidik -nya.Setelah tamat SMA/SMU, Adrian tidak mau lagi diperlakukan seperti itu!Karena itu lah dia kabur dari rumah ayah angkatnya yang sialan itu!
Aku merasa iba pada Adrian dan akhirnya Adrian aku ajak tinggal bersamaku.Sejak itulah aku punya “mainan”.Mainan seorang cowok remaja yang boleh aku cabuli setiap saat! Kapan saja aku mau! Ta’i!

Komentar
Posting Komentar