Karyawan Hotel Yang Tampan, Jantan, dan Menawan
STANLEY YANG JADI BUAH MULUT
Bekerja di hotel berbintang amatlah menyenangkan. Lingkungannya indah dan mewah,karyawannya tampan dan cantik, dan gajinya lumayan. Itulah sebabnya aku memilih profesi perhotelan. Sebagai seorang cowok homosex, alasan lain untuk memilih profesi perhotelan adalah terbukanya peluang berhubungan dengan tamu-tamu yang tampan dan karyawan hotel yang menawan, termasuk peluang berhubungan sex sejenis. Temanku yang lain, sesama cowok homosex lebih suka profesi militer,karena dia mau selalu berada di tengah-tengah laki-laki yang jantan dan laki-laki pilihan, yaitu anggota militer!Temanku itu juga berharap dia bisa merasakan dihajar[oleh atasan] dan menghajar[bawahan]atau dihajar senior [waktu pendidikan] dan menghajar yunior [setelah jadi senior].Bahkan ada temanku yang jadi dokter yang kemudian memilih spesialisasi Kulit Kelamin dengan harapan dia bisa memeriksa kontol orang [pasien] sesering mungkin! Ta'i!Tentu saja semua pilihan itu sah-sah saja, meskipun dengan dasar pertimbangan yang berbau dorongan nafsu sex!
Di hotel bintang lima tempatku bekerja ada banyak cowok ganteng, salah satu di antaranya adalah seorang roomboy [bell boy] yang bernama Stanley.
Agaknya Stanley memang punya daya tarik yang luar biasa dan jadi "buah mulut" cewek-cewek karyawati hotel itu.Pengertian buah-mulut adalah jika orang sering jadi topik pembicaraan positif.Jika orang tersebut jadi topik pembicaraan negatif, istilah-nya adalah : "buah bibir".
Pada mulanya aku hanya samar-samar saja mendengar tentang Stanley, yang kata cewek-cewek, adalah seorang cowok yang ganteng. Nama Stanley sering disebut-sebut dalam gosip dan pergunjingan para cewek karyawati itu baik yang masih gadis mau pun yang sudah menikah!
Sebagai seorang laki-laki dan seorang manajer, tentu saja aku tidak bisa ikut-ikutan berlomba untuk memiliki Stanley,seperti halnya cewek-cewek karyawati hotel itu. Tetapi aku berpikir keras, paling tidak mencari jalan untuk melihat sendiri seperti apa kiranya Stanley,cowok yang jadi buah mulut para karyawati hotel itu!Aku dengar Stanley adalah seorang roomboy. Sebagai seorang manajer aku dapat mengakses data dasar[data base] seluruh karyawan-karyawati hotel itu dan aku dapat meng-sort,berdasarkan nama,tanggal lahir, pendidikan, dan lain sebagainya. Maka aku pun segera membuka komputer-ku di kantor untuk mencari tahu tentang Stanley.Setelah aku tahu lokasi kerjanya di hotel maka aku pun pura-pura berkeliling hotel untuk menemukan dan melihat Stanley dengan mata kepala sendiri.
Setibanya aku di blok lokasi kerja Stanley, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang room boy yang memang luar biasa.Dia ganteng,putih bersih,tubuh-nya yang atletis tetap nyata terlihat meski dia mengenakan seragam room boy dan didadanya kulihat papan namanya yang bertuliskan : Stanley.Stanley menyapaku dengan ramah :
"Selamat pagi, Pak", dan aku menjawab sapaannya, lalu melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan ini-itu yang terkait dengan blok itu.Rupanya pagi itu semua kamar di blok itu sedang terisi dan Stanley sedang membereskan kamar-kamar yang jadi tanggung-jawabnya. Pembicaraan ini dimungkinkan karena aku menjabat salah satu manajer di hotel itu dan kebanyakan karyawan-karyawati hotel itu tahu bahwa aku manajer[dari model pakaian seragam yang aku kenakan pagi itu - seragam manajer]. Pertemuan dan pembicaraanku dengan Stanley amat menyesakkan jiwa ragaku karena ketampanannya dan penampilan kepribadiannya yang menawan! Mungkin kah Stanley setara dengan Arjuna tokoh laki-laki tampan dalam Epik Mahabrata dan Mitologi Hindu yang digandrungi cewek-cewek karena ketampannya?
Ataukah Stanley dapat dibandingkan dengan Nabi Yusuf a.s. yang terkenal akan ketampanannya dan diceritakan dalam Al Quran dalam Surat Yusuf,juga dikabarkan dalam Al Kitab Perjanjian Lama sebagai Yosef?[ bukan Yosef dari Nazaret tunangan Santa Maria ].
Untung saja sebelum aku jumpa Stanley aku sudah sempat melafalkan isim-isim, mantra-mantra dan doa-doa yang diajarkan guru-guru rohaniku untuk mencegah aku bersikap dan berbuat gombal seperti seorang cowok homosex.Kalau saja aku tidak sempat melafalkan isim,mantra dan doa,mungkin aku sudah merebahkan diri di lantai menciumi kaki Stanley dan menyerahkan tubuh dan jiwaku kepada Stanley untuk dihajar, disiksa, dan diperkosa semaunya!
Setelah aku merasa puas berbicara dengan Stanley aku pun pura-pura melanjutkan memeriksa blok itu sesuai dengan tugas dan tanggung-jawabku.Kemudian aku cepat-cepat pergi dari situ sambil membawa seribu kenangan indah tentang Stanley lelaki yang luar biasa itu!Hati nuraniku berperang antara aku bersyukur diizinkan bertemu ciptaan-Nya yang luar biasa indah dan juga menyesal karena perjumpaanku dengan Stanley membuat otakku dipenuhi keindahan wajah dan tubuhnya! Aku jadi pre-occupied dengan Stanley.Apakah aku sudah jatuh cinta pada Stanley seperti cewek-cewek karyawati hotel? Tetapi aku ingat bahwa cowok homosex,seperti aku,pada dasar-nya tidak mengenal cinta sejenis. Mereka hanya menginginkan sex,sex,dan sex saja![nafsu,lust]. Setibanya kembali aku di kantor, aku bersujud di atas karpet untuk sujud syukur atas kenikmatan yang diberikan-Nya kepadaku boleh bertemu dengan ciptaan-Nya yang luar biasa indahnya : Stanley.
Aku mencoba melupakan Stanley, tetapi wajah dan tubuhnya seperti mendominasi otak dan pikiranku! Aku mencoba mengatasinya dengan berdoa untuk Stanley,untuk keselamatannya,untuk kebahagiaan-nya, untuk kesejahterannya! Dengan mendoakannya, jiwaku terasa agak tenang dan aku merasa telah memberikan sesuatu kepada Stanley. Stanley-ku, yang aku cintai.
Dengan berdoa seperti itu aku merasa roh Stanley seakan telah masuk dalam tubuh-jiwaku [mujasmedi, menitis]seperti yang terjadi dengan Batara Kresna ketika dia masuk kedalam patung Durna buat menipu Palguna-Palgunadi supaya Palguna-Palgunadi mau menyerahkan cincin kekebalannya. Sehingga Arjuna dapat membunuhnya dengan cara menusuknya dari belakang.Demikianlah aku berusaha keras melupakan Stanley. Akhirnya aku berhasil melupakan Stanley sampai sekitar satu bulan kemudian.
JUMPA STANLEY YANG KEDUA KALINYA
Suatu malam,satu bulan setelah jumpa Stanley,aku singgah di Mushola Hotel untuk sholat Isya. Hari sudah malam mungkin sekitar pukul 21:00.Aku ingat itu hari Jum'at'Week end.TGIF kata orang Inggris dan Amerika.Singkatan dari:Thank God It's Friday. Artinya kira-kira: "Tuhan aku bersyukur.Hari ini hari Jum'at, besok hari libur".
Aku singgah di Mushola sekalian untuk cek-kontrol lingkungan hotel di bagian belakang,yaitu tempat para karyawan menukar pakaiannya dengan pakaian seragam,istirahat,makan sholat mungkin juga mandi dan olahraga.Di bagian belakang hotel disediakan fasilitas untuk para karyawan dan karyawati.Juga ada nursery untuk karyawati yang mau menitipkan anak : bayi,batita [bawah tiga tahun] dan balita [bawah lima tahun], sewaktu mereka bekerja.
Mushola sudah sepi, tetapi di tempat wudhu aku dengar kricik-kricik suara air dan aku terpana ketika aku melihat Stanley yang sedang berwudhu di situ.Dia sudah selesai wudhu dan dia menyapa aku dengan ucapan :
"Selamat malam, Pak",aku membalas sapaan Stanley dengan kata-kata :
"Selamat malam, Mas", kemudian aku mengulurkan tanganku untuk berjabatan. Aku merasa suaraku agak bergetar dan mungkin juga jabatan tanganku gemetar. Untunglah Stanley seperti tidak merasa -kan getar dan gemetar akibat kegalauan hatiku! Aku seperti disambar petir melihat Stanley malam itu mengenakan singlet hitam,sehingga kulit tubuh -nya yang putih bersih tampak jadi kontras sekali dengan warna kaos singletnya yang hitam. Biseps-nya yang berotot nyata, tampak indah, ditingkah oleh wajahnya yang tampan dan penampilannya yang jantan, tinggi besar dan atletis! Semuanya itu membuat aku seperti disengat listrik di kepala, dada, perut, dan kontolku. Jujur saja, saat itu kontolku ngaceng! Untung saja aku tidak sampai mengeluarkan pejuh akibat rangsangan jiwa yang intens itu!Kalau sampai terbit air mani-ku tentu aku tidak bisa sholat, aku terpaksa harus pulang dulu untuk mandi junub dan mungkin Stanley akan terheran-heran ada manajer hotel yang datang di Mushola tapi tidak jadi sholat!
Aku sempat melihat Stanley mengenakan lagi baju seragamnya di sudut.Dia melepaskan baju seragam-nya yang lengan panjang untuk memudahkan membasuh lengannya waktu wudhu. Itulah sebabnya dia tadi tampak hanya mengenakan singlet dan hal itu telah membuat nafsu berahiku jadi "membara".Bisa jadi saat aku melihat Stanley mengenakan singlet maka bawah sadarku langsung saja mengkhayalkan pola pertumbuhan dan kelebatan bulu-keteknya!Walaupun malam itu tak secercah pun aku sempat mengintip bulu-ketek Stanley!
Stanley menunggu aku selesai wudhu dan menyilah-kan aku untuk jadi imam.Selesai wudhu aku sempat melafalkan isim, mantra, dan doa untuk menghilang -kan kegalauanku.Kalau tidak, bisa jadi aku tidak mampu mengingat bacaan-bacaan sholat waktu aku mengimami sholat Isya itu!
Selesai sholat dan berdoa kami duduk-duduk di pelataran Mushola.Kesempatan emas itu aku guna-kan untuk berkenalan lebih dalam dan lebih dekat dengan Stanley - cowok yang aku puja itu!Ternyata Stanley kost di pinggiran kota. Dia naik motor! Stanley juga masih sendirian.
Ketika kami sedang ngobrol tiba-tiba hujan lebat turun.Entah dorongan apa yang ada di otakku, tiba -tiba saja malam itu aku punya ide untuk mengajak Stanley untuk mampir dan menginap di rumahku.Aku juga mengatakan bahwa aku sendirian saja dirumah.
"Dari pada nunggu hujan sampai pagi",kataku cari-cari alasan. Entah apa pula yang berkecamuk di otak Stanley.Nyatanya dia tidak menolak tawaran-ku [yang simpatik itu???].
Stanley minta izin ganti baju sebentar di tempat wudhu.Kemudian aku menyerahkan kunci mobil pada Stanley agar dia yang menyetir mobilku ke rumah. Stanley berlari menembus hujan untuk mengambil mobilku dan membawanya ke dekat Mushola sehingga aku tak usah menembus hujan. Malam itu Stanley menitipkan motornya di parkiran hotel!
STANLEY KUAJAK MENGINAP DI APARTEMENKU
Ketika kami meninggalkan hotel, hujan mulai reda. Tapi gerimis masih turun terus. Stanley menyetir mobil dan aku duduk di sampingnya.Jiwaku terasa tenang, mungkin berkat isim,mantra,doa yang diam-diam aku lafalkan terus. Isim-isim itu membuat orang yang jadi "sasaranku" tunduk kepadaku dan menuruti kemauanku.Dalam hatiku aku memohon maaf kepada guru-guru rohaniku karena aku mau menyalah -gunakan ilmu yang telah diajarkan beliau-beliau kepadaku untuk menundukkan dan menguasai pikiran sesama jenis!
Selesai melafalkan isim-isim,aku pun memanjatkan syukur telah diizinkan berada dekat-dekat Stanley lelaki yang aku puja dan kagumi.Sementara itu aku samar-samar mencium bau harum parfum dari tubuh dan pakaian Stanley.Aku merasa bahagia!Aku merasa malam itu telah memiliki Stanley! Stanley-ku! Aku harus mengakui bahwa saat itu kontolku ngaceng lagi, menegang, mengeras, dan jantungku berdebar-debar!Rupanya berdekatan dengan Stanley terasa amat merangsang sukma dan syahwatku!
Setibanya di apartemenku dan mobil sudah diparkir hujan turun lagi dengan lebat.Kami terpaksa turun dari mobil menggunakan satu payung untuk berdua, di bawah hujan lebat.Aku berduaan dengan Stanley-ku dibawah naungan satu payung.Aku merasa seperti sedang berpelukan dengan Stanley. Kontolku yang tadinya sudah mulai "tenang",terpaksa jadi tegang lagi.Ngaceng!Mau rasanya aku berkeliling-kelilng kota berduaan dengan Stanley dibawah satu payung seperti itu!Sayang posisi berduaan yang aku rasa-kan teramat indah itu hanya berlangsung kurang dari satu menit.Karena kami telah tiba di tempat yang teduh di hall gedung apartemen.Kami naik ke lantai sembilan dan masuk ke apartemenku!
BERMALAM-JAHANAM BERSAMA STANLEY
Di apartemenku Stanley aku persilahkan duduk di ruang tamu dan aku tawari makan malam.Tapi kata-nya dia sudah makan malam. Karena itu aku tawari minum panas atau dingin. Stanley memilih minum kopi seperti aku. Rupanya aku dan Stanley sama-sama tidak mempan dengan kopi.Jika orang lain tak bisa tidur kalau minum kopi,kami malahan tambah mengantuk.
Stanley membantu aku menyiapkan kopi. Aku melihat bahwa Stanley seorang yang pandai bergaul dan pandai menyesuaikan diri.Dia tak tampak canggung berada di rumahku.Meskipun dia baru pertama kali datang ke situ.
Kami melanjutkan ngobrol sambil minum kopi. Di bawah cahaya temaram lampu ruang duduk Stanley tampak tambah tampan dan jantan. Aku diam-diam menarik nafas dalam untuk mengatasi rasa galau dan rangsangan kuat dalam kalbuku.
Ketika hari sudah hampir jam 01:00 aku mengajak Stanley tidur sekamar.Stanley tidak berkomentar. Dia ikut saja ajakanku.Aku menawarkan kalau-kalau Stanley mau mengenakan pakaian tidurku. Stanley menanyakan apakah dia boleh tidur mengenakan kaos singlet dan celana luarnya. Aku mengatakan tidak ada masalah. Semula Stanley minta izin tidur di kamar-tamu, di sofa atau di karpet. Tetapi aku larang. Maka jadi-lah Stanley tidur bareng satu tempat tidur dengan aku. Tempat tidurku memang muat dua orang!
Dia membawa ranselnya ke apartemenku dan rupa -nya dia bawa alat mandi lengkap. Termasuk sikat gigi dan pasta gigi. Aku meminjamkan handuk dan sebelum naik ke tempat tidur Stanley minta izin gosok gigi dan cuci muka. Dia tidak mandi lagi karena sudah mandi sore itu di hotel.
Setelah persiapan tidur selesai kami sama-sama berangkat tidur.Tapi jiwaku tidak tenang.Rupanya keberadaan Stanley yang aku puja dan aku rindu-kan sejak sebulan membuat aku resah,gelisah, dan frustrasi.Aku menginginkan Stanley,aku mau tubuh Stanley, aku ingin bersetubuh dengan Stanley, aku butuh pejuh Stanley!
Stanley berbaring terlentang di sampingku. Kedua tangannya diangkat kearah kepalanya sehingga aku bisa menampak bulu-keteknya yang tumbuh di tengah belahan ketiaknya seperti bulu-ketek Christian Sugiono. Bulu-keteknya tumbuh rapat, menghitam, indah, jantan dan merangsang! Meskipun ketiaknya "digelar" akan tetapi aku tidak mencium bau ketek melainkan aku membaui harum parfum deodorannya! Kontolku ngaceng, tegang, mengeras berbaring di smaping lelaki hebat itu!
Akhirnya aku tidak mampu lagi menguasai diriku dan berahiku.Stanley yang tampak belum tertidur dan berbaring dekat di sampingku itu aku dekati. Lengannya yang kekar aku pegang.Stanley yang dari tadi terpejam matanya[tapi aku yakin belum tidur] itu membuka matanya, katanya :
"Ada apa, Pak?",aku tidak menjawab pertanyaannya. Alih-alih aku malah mendekatkan wajahku ke wajah-nya dan aku mulai mendaratkan bibirku ke bibirnya yang jantan,ranum,merah,merona itu.Stanley agak kaget, tetapi dia tidak menjauhkan wajahnya dari wajahku.Dia biarkan saja aku menciumi, melumat, dan mencipok bibir lelakinya dengan bernafsu.Ada kemungkinan Stanley sudah punya feeling bahwa dia akan aku cabuli atau bisa jadi Stanley punya "gay dar = gay radar" yang dapat mendeteksi bahwa aku seorang lelaki yang suka sejenis!Mungkin dia juga cowok yang doyan sex sejenis. Nyatanya dia tidak melawan, tidak menepis, dan tidak menolak waktu bibirnya aku ciumi! Dengan sikap Stanley yang kooperatif macam itu maka aku pun bisa bertindak lebih leluasa dan makin menggila!!.Aku hirup air ludahnya, air liur Stanley, dengan amat bernafsu sampai menimbulkan bunyi:CEEEEPT! CEEEPT! CEEEPT!
Kaos singletnya aku singkap ke atas,sehingga aku menampak dadanya yang kekar dan amat menonjol ke depan dengan "lembah" atau crest di tengahnya dan dihiasi oleh sepasang puting susu yang ketat dan melenting.Puting susunya aku jilati dengan lidah-ku dan aku isap dengan bibirku. Stanley tampak merasa geli dan menggelinjang,dia tersenyum dan berkata :
"Geli Pak!", tapi aku tak peduli. Terus saja aku jilati.Begitu juga ketiaknya aku jilati kiri dan kanan.Aku merasa nikmat dan kontolku terasa amat sangat tegang, ketat, dan agak sakit.Tapi tetap terasa nikmat! Mulutku aku turunkan ke perutnya yang rata dan six-packs,pusarnya juga aku jilati dan Stanley menggelinjang lagi :
"Geli Pak", katanya lagi! Aku masih tak peduli! Tanganku melepaskan kait-kait celananya dan juga risletingnya. Kemudian celana luar dan kancutnya aku pelorotkan kebawah sampai aku dapat menampak kontol, jembut, dan biji pelernya.Kontol Stanley besar seperti orangnya dan sudah disunat[ketat]! Jembutnya lebat, tebal, dan menghitam.Terkesan jantan!Celana dan kancut Stanley terjela-jela di arah pahanya!
Tanpa menunggu lama aku mulai mengisap dan mulai menjilati kontol Stanley yang besar dan sudah disunat ketat itu!Sambil menjilati dan mengisap, tangan dan jemariku menggerayangi bagian-bagian tubuh lainnya termasuk puting susunya.Tidak lama kemudian aku merasakan Stanley makin gelisah dan mulai mendesis seperti ular HHHST..HHSST..HHST! Pasti karena dia keenakan!Kemudian dia mengeluh dan melenguh:AAAGH! dan kemudian dia berbisik :
"Pak, saya mau keluar...", tetapi kata-katanya seakan terputus oleh desakan dan muncrat keluar-nya pejuh:CROOOOOOOT!CROOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOT!
Pejuh Stanley muncrat bagaikan lava gunung ber-api meloncat-locat keluar dari lobang kencing-nya, warnanya putih!Tapi sebelum semua pejuhnya mengotori,celana,kancut, dan jembutnya, mulutku sudah duluan menyambar lobang kencingnya agar aku bisa mencicipi dan mencecap-rasa pejuh - cairan surga - yang dipancarkan kontol Stanley, laki- laki yang aku puja-puja itu! Ta'i!
Setelah pejuhnya keluar, Stanley tertidur pulas. Mungkin dia juga kelelahan berkerja di hotel sepanjang hari.Kancut,celana dan singletnya aku lepaskan.Sehingga Stanley tidur terlentang dalam keadaan telanjang bulat.Tampak indah dan jantan!
Aku terbangun duluan menjelang subuh dan ketika Stanley terbangun dia tidak tampak risih atau heran bahwa dia bertelanjang bulat. Dia tampak tenang-tenang saja! Aku kagum pada sikapnya yang kelaki-lakian seperti itu! Dia juga tidak tampak risih bahwa kontolnya menegang di kala fajar itu!
Aku jadi berselera untuk mengisap kontolnya lagi. Aku berkata padanya tanpa malu-malu :
"Mas. Aku boleh lagi ya?", sambil aku mendekatkan wajahku ke pahanya menuju arah kontolnya.
"Kalau sekali lagi saja,masih bisa",kata Stanley, dia berkata seakan mengisap kontol itu hal yang wajar-wajar saja.Aku pun segera mendekati kontol-nya lalu menjilati,mengisap,dan mengelusnya.Apa yang dikatakan Stanley memang benar! Kontolnya segera makin mengeras,menegang,dan membara! Aku kembali bekerja memberikan kenikmatan surgawi ke mulut, otak, dan nafsuku, dan juga kepada kontol Stanley.Tak berapa lama kemudian pejuh Stanley muncrat lagi : CROOOOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOOOOT! Volumenya tak kalah banyak dengan malam sebelum-nya! Agh! Stanley memang perkasa!
Pejuh Stanley subuh itu aku jadikan modal untuk sarapan pagi.Karena subuh itu Stanley juga belum kencing,maka aku mohon agar dia mau mengeluarkan air kencingnya langsung ke dalam mulutku.Stanley tidak keberatan. Maka kontolnya aku masukkan ke dalam mulutku dan Stanley kencing perlahan tapi pasti di dalam mulutku : seeer..seeer..seeer.... mengalir ke dalam kerongkongan langsung masuk ke lambung dan ususku!
Selesai berbuat cabul,kami mandi junub bareng dan kemudian melaksanakan kewajiban rohani kami yang paling mendasar!
ANTICLIMAX
Stanley baru pulang ke rumahnya hari Minggu sore. Sepanjang hari Sabtu dan Minggu kami berdua terus -terusan main cabul.Boleh dibilang aku yang main dan "makan",sedangkan Stanley hanya pasang badan saja.Dia tidak melakukan move apa-apa.Sejak itu setiap week end Stanley menginap di apartemen-ku untuk "pasang badan" dan "menghidangkan" tubuh indahnya.
Kalau Stanley menginap semalam aku beri dia lima ratus ribu rupiah [Rp 500.000,-].Kalau dua malam aku beri dia satu juta rupiah [Rp 1000.000,-].
Stanley orang baik.Walaupun dia punya kerjasama cabul dengan aku seperti itu tapi dia tak pernah membocorkan rahasiaku kepada siapapum!Dia memang benar-benar lelaki sejati!Seperti kata pepatah Cina kuno:"Perempuan dipegang rambutnya dan laki-laki dipegang mulutnya". Ta'i

Komentar
Posting Komentar