Kerap Dihajar Dengan Cemeti Demi Ketahanan Fisik dan Mental.
JONATHAN DIPENTANG TELANJANG BULAT
Jonathan adalah pemuda tampan berumur sembilan belas tahun.Hobinya berolahraga,berolah fisik dan latihan beban telah menempa tubuh remajanya jadi atletis, ketat dan berotot.Berkat darah Caucasian [Eropa] yang mengalir dalam urat-nadinya,maka ia berkulit putih bersih dan berkontol ukuran besar bagaikan ukuran kontol kuda Arab atau kontol kuda Australia.Sementara berkat adanya campuran darah Melayu di tubuhnya maka rona wajahnyapun membias-kan keakraban dan keramahan orang Asia.
Darah Melayunya telah mencegah tumbuhnya bulu-bulu badan yang biasanya ditemui pada laki-laki Eropa.Oleh karena itu hanya jembut dan bulu ketek -nya saja yang tumbuh lebat. Sedangkan bulu dada dan bulu perutnya tidak tumbuh melebat.
Sekilas ada sebaris bulu-bulu halus yang tampak "menjalar" di bagian tengah dadanya ke arah perut lanjut bergabung dengan hamparan jembutnya yang hitam, lebat, dan tumbuh luas melatar-belakangi kontolnya yang besar.Dibawah kontolnya tergantung sepasang biji-peler yang berukuran serasi dengan ukuran kontolnya. Kontolnya tampak sudah disunat, tapi kerutan-kerutan kulit kulup tampak tersisa di "leher" kontolnya. Hal ini menunjukkan bahwa belum seluruh kulupnya terkudung[dipotong] habis waktu dia disunat dulu! Artinya masih ada cukup sisa kulit kulup yang dapat dipotong jika dia disunat ulang. Bulu ketek Jonathan cukup lebat dan tampak tumbuh memanjang di dataran kedua belah ketiaknya. Bulu-kakinya yang halus seakan menyempurnakan kelaki-lakian dan kedewasaannya yang sempurna sebagai seorang pemuda Eurasia [Indo] berusia sembilan belas tahun! Ketelanjangannya yang sempurna itu tampak jelas ketika Jonathan dipentang bertelanjang bulat di tiang siksa tidak berpenutup selembar benang pun jua!Kontolnya yang besar itu tampak menunduk,tapi kontolnya tetap terkesan "kekar" dan tidak layu. Agaknya ada cukup darah yang terkumpul di bagian dalam "badan" dan "kepala" kontolnya itu!
Jonathan tergantung di tiang siksa.Kedua tangan-nya terangkat ke atas.Kedua pergelangan tangan-nya diborgol dengan borgol logam yang dihubungkan dengan rantai logam penggantung ke bagian atas tiang siksa. Kedua kakinya mengangkang lebar dan kedua pergelangan kakinya dirantai ke kaki-kaki tiang siksa. Tubuh Jonathan tergantung. Kakinya tidak menapak tanah melainkan terikat pada rantai besi ke kaki-kaki tiang siksa itu.Posisi tubuhya seakan membentuk huruf "X".
Seluruh berat tubuhnya yang 70 kg tertumpu pada kedua pergelangan tangannya, di sendi-sendi bahu dan juga di sendi-sendi tulang iganya. Semuanya itu menimbulkan rasa pegal dan nyeri yang terasa di sekujur tubuhnya. Itulah sebabnya wajahnya yang tampan menunjukkan rona kesakitan.
Rasa nyeri itu terasa bertambah karena kulit di pergelangan tangannya terjepit oleh borgol logam, terasa nyeri dan pedih. Agaknya di bagian dalam borgol itu bertonjolan duri atau paku.Sebab darah tampak mengalir dari kedua pergelangan tangannya. Di pendidikan militer biasanya tersedia borgol berduri atau berpaku, alat untuk mendisiplinkan kadet [taruna].
Bisa jadi borgol itu tidak berduri tetapi kulit pergelangan tangannya yang terjepit borgol karena harus menyangga seluruh berat badannya sehingga kulitnya itu lecet dan berdarah!
Tiang siksa itu tegak di tepi lapangan olah-raga di suatu komplex pendidikan militer. Sesungguhnya tiang itu adalah tiang untuk latihan rekstok dan latihan senam gelang-gelang.Tapi sekaligus juga berdwi-fungsi sebagai tiang siksa! Yaitu untuk merentangkan atau mementangkan tubuh para anggota militer, siswa militer atau kadet [taruna] yang perlu [harus] "didisiplinkan" dengan penghajaran lecutan cemeti yang keras atau dengan siksaan-siksaan lain yang lebih keras dan lebih kejam lagi tanpa perlu mengindahkan atau memperhatikan peri-kemanusiaan sedikit pun.
Tentara diciptakan dan disiapkan untuk jadi mesin pembunuh musuh. Mereka harus membunuh musuh jika tak ingin dibunuh.Karena itu mereka harus selalu diperlakukan dengan keras dan kejam seperti layak -nya para pemuda dan tentara Sparta yang terkenal unggul di zaman Yunani Kuno!Dengan pendidikan dan perlakuan keras dan kejam, dijamin bahwa mereka pasti akan terbentuk jadi tentara atau perwira yang tanggap, tanggon, dan trengginas!
JONATHAN DIHAJAR UNTUK DIDISIPLINKAN
Ketika Jonathan dipentang dan direntang telanjang bulat di tiang siksa sialan itu,hari sudah siang. Matahari musim kemarau panas terik menyinari dan memanasi bumi komplex pendidikan militer itu!Jam menunjukkan pukul 12:30 dan tubuh Jonathan yang putih bersih, bertelanjang bulat, dan terpentang seakan membentuk huuf "X" itu dibanjiri keringat.
Sekujur tubuhnya tampak berkilat-kilat.Rambut di kepalanya yang dicukur pendek, jembut, dan bulu-keteknya tampak basah oleh keringatnya!
Kulitnya yang putih bersih tampak ditingkah oleh warna hitam jembutnya di arah selangkangannya dan bulu-keteknya yang lebat di ketiaknya kiri dan kanan.
Di berbagai bagian tubuhnya yang putih telanjang itu tampak banyak bilur,lebam dan lecet akibat lecutan yang sudah dirasakannya sebelum dia harus "naik" dan dipentang ke tiang siksa sialan itu! Beberapa lecet berdarah di kulit tubuhnya tampak dialiri keringatnya yang menimbulkan rasa pedih akibat luka itu terkena keringat yang mengandung garam! Otot-dadanya yang menonjol kedepan tampak dihiasi dua puting susu yang tegang dan melenting.Puting susunya sebelah kiri tampak luka akibat lecutan cemeti.Sedangkan perutnya yang rata bertonjolan otot-otot yang membentuk six-packs.Permukaan dada dan perutnya dijuluri oleh aliran-aliran keringat dari bagian atas tubuhnya mengalir kebagian bawah :ke perut,ke jembut,dan ke pahanya. Di berbagai bagian tubuhnya tampak butiran-butiran keringat yang terus keluar lalu menyatu membentuk aliran keringat yang mengalir kearah bagian bawah tubuh -nya yang telanjang bulat itu!
Rona wajahnya terus menerus menunjukkan derita akibat rasa nyeri di sekujur tubuhnya.Di samping kesakitan, kelelahan,dan kepanasan,Jonathan juga merasa kehausan dan kelaparan! Waktu sarapan tadi di hanya sempat makan sedikit, karena makanannya tumpah tersenggol lengannya dan dia bahkan belum sempat minum, karena harus mengejar waktu untuk ganti baju dan apel.Dia harus ganti baju, karena seragam kadetnya [taruna] tertumpah makanan dan tampak kotor.
Di tiang siksa itu dia sekali-sekali dia tampak seperti akan menggeliatkan tubuh untuk sekedar mengurangi rasa nyeri akibat jepitan-jepitan di berbagai tubuhnya.Tapi tubuhnya terfiksasi sangat kuat di tiang siksa jahanam itu. Tak sedikit pun Jonathan bisa menggerakkan tubuhnya Ada kalanya dia juga mendongakkan atau menggelengkan kepala-nya untuk mengurangi rasa nyeri dan pegal yang dirasakannya!
Jonathan adalah penggemar kehidupan keras yang jantan dan kelaki-lakian oleh karena itu setamat-nya dia dari sekolah menengah atas,dia langsung mendaftarkan diri masuk suatu akademi militer untuk ditempa jadi seorang perwira. Jonathan ada-lah kadet [taruna] pilihan. Dia cerdas secara akademik dan kuat,tangkas, serta terampil secara fisik. Jonathan selalu bersikap correct [cermat] dan disiplin.
Pagi itu dia sial. Seperti biasa setelah senam pagi para kadet mandi berpakaian seragam, makan pagi dilanjutkan dengan apel pagi.Tidak sengaja pagi itu Jonathan menumpahkan makanan ke pangkuan -nya yang menyebabkan dia terpaksa harus ganti baju seragamnya dengan yang bersih.Meski Jonathan sudah berusaha keras agar tepat waktu,tetapi apa? Lacur,dia masuk lapangan saat apel sudah dimulai. Mungkin hanya terlambat satu menit.
Terlambat adalah suatu pelanggaran disiplin dan semua pelanggaran disiplin di lembaga pendidikan militer itu,baik yang besar atau yang kecil dan yang sengaja atau tidak sengaja harus selalu dan segera dikoreksi dengan hukuman yang keras dan kejam dan, there he is, di situlah dia [Jonathan] harus didisiplinkan,yaitu dihukum dengan hukuman militer yang tidak terlupakan dan harus membuat anggota militer jera!
Selesai apel pagi itu,Jonathan diperintah untuk menghadap kadet [taruna] senior yang bertugas sebagai Perwira Disiplin yang tidak lain adalah Perwira Penyiksa Kadet Yunior.Setibanya di ruang Perwira Disiplin, Jonathan langsung diperintah telanjang bulat dan dia segera harus melaksanakan dan merasakan hukuman yang pertama yaitu hukuman fisik berupa push up dan sit up seribu kali.
Meskipun Jonathan terlatih melakukan push up dan sit up ratusan kali setiap hari,tapi tak urung, ada saja gerakan sit up dan push up-nya Jonathan, yang dinilai keliru atau tidak sempurna oleh Si Perwira Disiplin yang terkenal amat sadis itu.
Untuk itu Jonathan harus mengulangi gerakannya. Setelah, tentu saja,sebelumnya dikoreksi dengan lecutan cemeti yang diayunkan teramat keras ke tubuh Jonathan yang telanjang bulat itu. Sekali-sekali terdengar suara: "CETARR!!", yaitu suara ujung pecut beradu dengan kulit Jonathan yang putih bersih - diayun Perwira Disiplin! Lecutan itu langsung membiaskan bilur, merah,lecet yang berdarah di tubuh Jonathan yang telanjang bulat itu!
Akibat gerakan yang dipaksa harus diulang-ulang itu maka pagi itu Jonathan total melakukan push up dan sit up sampai 2000 kali.Kalau saja kadet lain yang menjalani hukuman itu[bukan Jonathan], bisa jadi kadet itu sudah semaput,jatuh pingsan, karena tidak tahan, kesakitan dan kelelahan! Puas menyiksa Jonathan dengan hukuman fisik,sang Perwira Disiplin memaksa Jonathan untuk merayap dari ruangan Perwira Disiplin ke tiang siksa di tepi lapangan olah raga.Tentu saja dalam keadaan Jonathan tetap harus bertelanjang bulat! Selama Jonathan merayap, Perwira Disiplin dengan senang hati "membantu" Jonathan agar bisa merayap lebih cepat dan "lebih bersemangat", caranya tak lain adalah[tentu saja]dengan menghajarkan ayunan cemeti yang keras ke tubuh Jonathan yang tetap telanjang bulat itu!Tidak jarang tubuh telanjang Jonathan terkaget menggelinjang akibat lecutan cemeti yang diayunkan teramat keras menghajar tubuhnya!Lalu tampak diikuti dengan bilur, lecet yang berdarah di kulit yang jadi sasaran lecutan itu! Kata Perwira Disiplin pada Jonathan :
"Lecutan cemeti baik untuk meningkatkan ketahanan mental dan fisik", sambil berkata begitu Perwira Disiplin itu sekali lagi melecut bokong Jonathan dengan ayunan cemeti yang lebih keras lagi suara-nya bagaikan suara letusan pistol : CETTARR!"dan Jonathan tampak kaget dan tergelinjang lagi. Si Perwira Disiplin yang masih kadet senior itu senang melihat gelinjang kaget yuniormya!
Jonathan merayap menelungkup telanjang bulat dari ruangan Perwira Disiplin ketiang siksa yang jarak -nya cukup jauh.Dia harus menuruni tangga,merayap di jalan aspal, di lapangan rumput,di tanah, dan semuanya itu harus dilakukan dengan merayap,dalam keadaan telungkup, bertelanjang bulat di bawah hujan cemeti!Dada, perut, paha dan juga kontolnya lecet oleh goresan bagian semen,batu, dan pasir, di tempat-tempat yang dirayapinya bertelanjang bulat sambil telungkup!
Tubuhya berkilat oleh keringatnya yang membanjir. Gerakan merayap ternyata berat, makan enersi dan melelahkan!Apalagi diiringi dengan hujan lecutan cemeti yang diayunkan teramat keras ke tubuhnya yang telanjang bulat itu!
Setibanya Jonathan di lokasi tiang siksa tiga orang perwira penyiksa lain sudah menunggunya. Seperti perwira yang dari pagi asyik menghajar dan menyiksanya, ketiga orang perwira itu pun telanjang dada, bercelana miiter dan bersepatu boot.Dua dari mereka adalah perwira efektif dan satu orang lagi adalah kadet[taruna] senior.Tubuh mereka semuanya besar, kekar,dan amat berotot. Mereka semua menggenggam cemeti besar di tangan!
Jonathan sempat menggigil ngeri melihat tubuh-tubuh kekar para perwira yang menggenggam cemeti besar itu!Ketika itu Jonathan sudah dalam keadaan berdiri tegap dan sikap sempurna. Mungkin karena stress atau akibat kelelahan atau kombinasi semua siksaan dan kegilaan yang dirasakannya sepanjang pagi itu, tanpa terkendali Jonathan memancarkan pejuh dari lobang kencingnya : CROOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOT! Tanpa sengaja,salah satu perwira melihat kekontol Jonathan dan dia sempat melihat pejuh Jonathan yang muncrat!Dia segera melihat kesempatan untuk memain-mainkan Jonathan. Perwira itu membentak :
"HEY! KELUAR MANI KAU, YA?", perwira sialan itu mendatangi Jonathan lalu menampar pipi Jonathan PLAKK!! PLAKK! keras sekali dan menonjok perut Jonathan BUKK!BUKK!. Jonathan jatuh terjengkang kebelakang, dalam keadaan pejuhnya masih meleleh-leleh dari lobang kencingnya. Lalu perwira itu menyergah :
"JILAT MANIMU DENGAN LIDAH!",perwira itu mencoba menjambak rambut Jonathan yang dicukur pendek dan dengan kakinya dia mendorongkan kepala Jonathan kearah pejuh Jonathan yang muncrat berceceran di rerumputan. Jonathan menurut,dia menjilati pejuh-nya seperti seekor anjing.Para perwira yang lain mendatangi,tertawa-tawa, dan salah satunya masih sempat menghajarkan dua-tiga lecutan yang keras ke tubuh Jonathan dan semuanya menghasilkan lecet berdarah di kulit Jonathan yang putih bersih itu! "SEDANG DIHUKUM MASIH BISA KELUAR MANI DIA!",kata perwira yaang lainnya lagi sambil tertawa-tawa. Jonathan sudah lupa malu,dia sudah amat kelelahan dan kesakitan. Tapi itu belum seberapa. Setelah dia menjilati pejuhnya, para Perwira Disiplin itu menaikkan tubuhnya ke tiang siksa di bawah hujan pukulan,gebukan,dan lecutan ketiga perwira itu! Ada sekitar tiga jam Jonathan dijemur di tiang siksa.Keempat Perwira Penyiksa itu meninggalkan- nya sendirian di bawah panas terik. Mereka pergi untuk makan siang!
JONATHAN DISUNAT ULANG
Satu jam kemudian mereka kembali. Salah seorang dari mereka membawa alat-alat sunat.Mereka sudah melihat bahwa masih ada sisa-sisa kulup di kontol Jonathan yang masih dapat digunting.
Salah seorang dari keempat perwira itu sudah biasa menyunat tahanan militer.Siang itu dia ber-tugas menyunat ulang Jonathan. Mereka menganggap tubuh Jonathan sudah babak belur akibat dari pagi terlalu sering dihajar dengan cemeti.Karena itu sudah tidak menarik lagi menyiksa Jonathan dengan cemeti. Mereka memutuskan untuk menyunat ulang Jonathan sebagai siksaan sekaligus hukuman. Apa lagi memnag masih ada cukup sisi kulup yang dapat dipotong di kontol Jonathan!
Tanpa berkata apa-apa salah seorang Perwira itu mendekati Jonathan. Dia meletakkan alat sunatnya di samping kaki tiang siksa. Mula-mula jembut, selangkangan,kontol,biji peler dan lobang pantat Jonathan dibersihkan dengan suatu cairan. Sebuah gunting panjang yang dapat dipakai untuk menjepit gumpalan kapas dipakai untuk membersihkan bagian-bagian tubuh Jonathan itu.Kemudian tanpa anestesi dan tanpa ampun, Perwira itu mulai menggunting sisa-sisa kulup Jonathan.Si Perwira Penyunat itu mengenakan sarung tangan seperti layaknya seorang ahli bedah dan dia segera memotong sisa kulup Jonathan dari depan dengan gerakan yang sengaja disentakkan!
Jonathan terkaget dan dia tergelinjang kesakitan, tubuhnya seeperti bergetar,karena dia merasa amat nyeri d isisa kulupnya yang sedang digunting itu dan tanpa sadar dia menjerit : "AAAAAAAGGGGH!" keras sekali!
Salah seorang perwira segera mengangkat cemetinya lalu menghajar bokong dan bagian belakang tubuh Jonathan dengan keras berkali-kali CETARR!CETTAR! CETARR!CETAR! sambil membentak :
"DIAM KAU! TUTUP MULUT"
Tapi Jonathan sudah tidak mau mendengar perintah para Perwira Penyiksa yang sadis itu! Dia terus saja menjerit-jerit kesakitan :
"AAAAGH! AAAGH! AAAGH! ADUUUH! SAKIIIT!SAKIIT!!"
Perwira lainnya melecutinya lebih keras lagi dan lebih sering lagi dengan cemeti lain yang lebih besar yang mengeluarkan suara: JEPRETT! JEPRETT! JEPRETT!, jika ujung pecut itu menghajar kulit Jonathan.Boleh dikatakan kulit Jonathan lecet dan sobek-sobek dihajar cemeti besar yang diayunkan dengan amat keras itu!
Jonathan tidak tahan lagi.Dia merasa amat sangat kesakitan di kulupnya dan di bagian belakang tubuhnya yang terus dihajar cemeti!Akhirnya dia jatuh pingsan, semaput tidak sadarkan diri!Ta'i!
ANTICLIMAX
Perwira Penyunat meneruskan kerjanya menyelesai-kan sunat ulang pada sisa-sisa kulup Jonathan! Kontol Perwira itu terngaceng-ngaceng melakukan pekerjaan sadis itu. Begitu juga Perwira lainnya mereka amat menikmati tugas mendisiplinkan yunior karena mereka sekaligus dapat melampiaskan nafsu sadis mereka yang teramat biadab itu! Ta'i!

Komentar
Posting Komentar