Kejadian-Kejadian di Rumah Doddy Ketika Ia Pergi Umroh
DODDY TEMAN MASA KECIL
Doddy adalah temanku sejak kecil.Rumah orang-tua-ku bertetangga dengan rumah orang-tua Doddy.Kami juga bersekolah di Sekolah Dasar yang sama.Hanya saja ketika kami mulai masuk SLTP orang-tua Doddy pindah ke kota lain.
Ayah Doddy adalah seorang perwira militer. Pada masa pemerintahan Suharto kaum militer mempunyai kedudukan istimewa dan mereka yang beruntung bisa menjabat apa saja di pemerintahan:wakil presiden, menteri, duta besar, anggota perlemen, gubernur, bupati,walikota,camat,lurah,kepala desa, direktur BUMN, direktur bank pemerintah/swasta, entah apa lagi! Bahkan setelah mereka pensiun mereka dapat diangkat lagi menjadi pegawai negeri sipil dan menjabat jabatan-jabatan penting di pemerintahan.
Agaknya ayah Doddy termasuk dalam kelompok yang beruntung. Setiap kali orang-tua Doddy pindah rumah aku selalu menyempatkan diri berkunjung ke tempat Doddy dan aku selalu mendapati bahwa dari waktu ke waktu rumah orang-tua Doddy makin bagus dan makin luas. Bisa jadi ayah Doddy karirnya terus melejit dan selalu mendapatkan fasilitas rumah yang lebih baik. Mungkin puncak karir ayah Doddy adalah ketika akhirnya keluarganya kembali pindah ke Jakarta waktu ayahnya menjabat jabatan penting.
Ketika itu aku dan Doddy masih duduk di SMU, tapi kami berbeda sekolah. Meskipun begitu aku sering main ke rumah Doddy yang luas.Di rumah itu banyak orang berseragam.Mungkin mereka pengawal, ajudan, sekretaris,staf atau entah apa lagi!Mungkin juga mereka adalah tamu ayah dan ibu Doddy. Sebagai isteri pejabat militer,tentu ibu Doddy juga punya banyak kegiatan dan didatangi banyak tamu. Aku sendiri tidak paham dunia pemerintahan, apa lagi dunia militer,karena itu aku juga tidak tahu ayah Doddy [waktu itu] menjabat apa.
Karena aku dan Doddy punya banyak persamaan dan minat maka kami menjadi sahabat dekat.Seperti hal -nya aku, Doddy juga anak tunggal.Berbeda dengan aku, Doddy tidak banyak teman.Mungkin karena dia tidak pandai bergaul atau mungkin juga karena dia sering pindah sekolah akibat dia harus mengikuti kepindahan orang-tuanya. Orang-tua Doddy senang anaknya berteman dengan aku karena aku sering mengajak Doddy bergabung dengan teman-temanku sehingga Doddy juga punya kesempatan memperluas pergaulannya.
ORANG-ORANG DI RUMAH DODDY
Seperti aku katakan di rumah Doddy banyak orang berseragam, karena ayah Doddy pejabat militer. Sejak kecil aku sudah tertarik pada laki-laki berseragam militer,karena banyak di antara mereka yang tampan dan gagah. Tidak heran jika aku pun pernah bercita-cita menjadi militer. Kalau saja aku tidak memilih kewarganegaraan Amerika Serikat mungkin aku sudah jadi perwira. Secara fisik aku sudah siap, karena aku memang tergila-gila pada latihan fisik dan latihan beban. Sejak umur enam-belas tahun aku sudah mempersiapkan diri untuk ikut tes akademi militer.Secara akedemik pun aku siap karena aku punya otak encer dan aku sering jadi juara kelas baik saat aku masih di tingkat pendidikan dasar, pendidikan menengah mau pun pendidikan tinggi.Aku juga punya bakat memimpin. Nyatanya aku selalu terpilih jadi ketua kelas.
Walaupun ada orang yang mengatakan "kepimimpian sipil" tidak sama dengan "kepemimpinan militer". Tapi aku tidak percaya pada pikiran itu. Dikotomi sipil - militer adalah khas pemikiran Orde Baru. Sama seperti halnya pemikiran apartheid di Afrika Selatan yang dianut orang kulit putih di Afrika Selatan,sebelum Nelson Mandela jadi Presiden.Sama dengan pemikiran segregasi [diskriminasi] yang dianut oleh orang kulit putih di Amerika sebelum Martin Luther King Jr berhasil mempejuangkan hak-hak orang kulit berwarna. Ada banyak pengawal berseragam di rumah Doddy yang jadi favoritku karena tubuhya atletis, wajah -nya tampan dan penampilannya yang gagah.Diantara pengawal, yang jadi favoritku adalah Mas Bianto dan Mas Warman.Aku tidak tahu apa pangkat mereka karena aku tidak hafal pangkat-pangkat militer. Kata Doddy,mereka bukan perwira.Tetapi aku juga tidak tahu apa bedanya perwira dan bukan perwira.
Selain pengawal ada juga staf ayah Doddy yang jadi favoritku yaitu Bang Andreas.Menurut Doddy, Bang Andreas adalah ADC [Aide De Camps] atau Ajudan ayah Doddy. Meskipun aku juga tidak tahu apa perbedaan antara seorang pengawal dengan seorang ajudan.
Nama lengkap Bang Andreas adalah Pierre Andreas. Kata Doddy, Pierre Andreas adalah nama pahlawan dan ayah Bang Andreas adalah pengagum pahlawan yang sangat pemberani itu. Itulah sebabnya anak laki-lakinya diberi nama Pierre Andreas. Bang Andreas sendiri tak pernah menceritakan hal ini kepadaku. Pierre adalah nama Baptis dalam Bahasa Perancis,yang kira-kira sama dengan nama Petrus, atau Peter. Kalau aku berkunjung ke rumah Doddy,aku berharap bisa jumpa Bang Andreas yang tampan dan atletis itu.Tapi sayangnya aku hanya jumpa Bang Andreas sekali-sekali saja, karena agaknya Bang Andreas selalu sibuk mengurus ayah Doddy.
Karena Bang Andreas masih lajang [single], dia tinggal di rumah Doddy untuk melancarkan tugas-nya. Pada hari libur dan week end, Bang Andreas menginap di tempat lain - pulang ke rumah orang tuanya.
Bang Andreas selalu bersikap ramah kepada Doddy dan kepadaku.Barangkali karena Doddy anak bos-nya dan aku teman Doddy atau mungkin juga karena Bang Andreas memang punya kepribadian ramah dan baik hati. eskipun demikian dari sikapnya yang selalu correct [cermat] dan rapi aku menangkap nuansa dan garis-garis yang tegas dan berwibawa dalam diri Bang Andreas yang juga amat aku kagumi.
Aku sering berkhayal tentang Bang Andreas. Wajah dan tubuh Bang Andreas yang tampan dan atletis jadi "topik" favoritku dalam berfantasi sexual.. homosexual!Saat itu umurku sekitar tujuhbelasan, yaitu usia "spermy youth" atau usia remaja yang penuh[pencaran] pejuh!Karuan saja jika aku onani, aku selalu berkhayal tentang Bang Andreasku!Ta'i!
DODDY DAN ORANG-TUANYA PERGI KE LUAR NEGERI
Suatu kali,menjelang liburan panjang semesteran, Doddy mengatakan kepadaku bahwa ayahnya mendapat izin atasan untuk melakukan ibadah umroh bersama keluarga.Doddy juga mengatakan bahwa orang-tuanya ingin agar aku bersedia menginap di rumah mereka selama mereka berada di luar negeri. Sebetulnya aku tidak paham apa alasan mereka untuk meminta aku menginap selama sekitar dua minggu di rumah dinas atau rumah jabatan itu. Karena ada cukup banyak orang di situ : pembantu, pengawal, dan entah siapa lagi!Belum sempat aku berpikir untuk mencari alasan menolak, Doddy menambahkan :
"Kamu nanti berdua Bang Andreas di rumah", aku terkejut mendengar kata-kata Doddy. Aku tentu sangat bahagia jika bisa berdua-duaan dengan Bang Andreas yang aku kagumi[..dan cintai..???]selama sepuluh atau empatbelas hari.Maka akupun berbasa-basi :
"Kalau Papi dan Mamiku mengizinkan,aku mau saja", lalu Doddy menambahkan lagi :
"Nanti ayahku akan menelpon Papimu supaya kamu diizinkan", aku tidak menanggapi.Meskipun hatiku amat berbunga-bunga.Aku yakin bahwa Papi dan Mami pasti akan menyerahkan keputusan mau-tidaknya aku menginap di rumah Doddy pada diriku sendiri.
Demikianlah akhirnya aku mengatakan bahwa aku bersedia menginap atau menunggui rumah Doddy selama sepuluh sampai empat-belas hari.Doddy juga sempat mengatakan :
"Kalau kamu perlu apa-apa,kamu bilang saja pada Bang Andreas. Dia akan mengatur semuanya sesuai perintah Ayah".
"Nanti kalau kamu kangen Mami-mu, kamu juga bisa pulang sebentar", kata Doddy meledek.Seakan-akan dia mau mengatakan bahwa aku "anak mami".
Demikianlah waktu Doddy dan kedua orang-tuanya berangkat umroh aku menginap di rumah dinas ayah-nya.
Bang Andreas, aku,beberapa anak buah ayah Doddy, dan kerabat Doddy ikut mengantar rombongan umroh ke airport. Dari airport aku langsung ke rumah Doddy. Pagi itu aku dijemput salah seorang supir yang ada di rumah Doddy dan aku sekalian membawa pakaian secukupnya. Hari itu hari Minggu, Bang Andreas pulang ke rumah Doddy bersama aku dalam satu mobil.
Di rumah Doddy Bang Andreas menawarkan aku,apakah aku mau tidur bareng dia di kamar ajudan ataukah aku mau tidur sendirian di kamar Doddy.Tentu saja aku cepat-cepat memilih tidur bareng Abang yang aku puja itu! Kataku :
"Kalau aku harus tidur sendirian sepi Bang.Kalau boleh aku tidur sekamar Bang Andreas saja",Bang Andreas setuju dengan usulku itu.
Siang itu setelah makan siang di rumah,kami jalan ke pusat perbelanjaan.Ketika itu belum banyak mal [mall]di Jakarta seperti saat cerita ini ditulis.
Bang Andreas membeli baju kaos dan aku dibelikan juga dengan rancangan yang sama tapi aku memilih warna yang beda. Kata Bang Andreas berkelakar :
"Sekarang kita satu tim. Karena itu kaos kita harus sama". Kami jalan sampai maghrib dan hari itu hari yang cukup melelahkan bagiku. Tetapi aku amat bahagia karena dapat berdua-duaan dengan Abang-ku yang aku cintai. Sewaktu di pusat perbelanjaan sekali-sekali aku "cemburu" juga kalau ada cewek atau cowok pelayan toko yang terkesan banyak omong agaknya ingin menarik perhatian Bang Andreas. Aku juga cemburu jika aku lihat ada cewek atau cowok yang melirik atau memandangi Bang Andreas yang aku yakin mereka terpana oleh ketampanan Bang Andreas "milikku" itu!
SEKAMAR DENGAN BANG ANDREAS
Maghrib itu untuk pertama kalinya aku masuk kamar Bang Andreas yang ternyata rapi dan harum. Kamar itu seperti sebuah apartemen dan dirancang untuk kamar ajudan.Disitu ada kamar mandi dan WC, ruang duduk,meja makan,pantry,dan juga tempat olahraga. Dibagian belakang ada ruang terbuka yang berumput meskipun hanya sekitar 3 X 4 meter.Sesampainya di kamarnya, Bang Andreas menunjukkan padaku seluruh kamar. Setelah itu Bang Andreas berkata :
"Aku mandi dulu",dan dia lalu melepaskan seluruh pakiannya,telanjang bulat di luar kamar mandi dan dia pun mandi tanpa menutup pintu kamar mandi.
Sehingga aku dapat mendengar atau mengintip apa yang dilakukan Bang Andreas di dalam kamar mandi. Aku merasa amat bangga karena Bang Andreas seakan menganggap aku orang dekat sebab dia tidak ragu bertelanjang bulat di hadapanku.
Tentu saja darahku menggelegak naik ke otak saat aku "disuguhi" ketelanjangan Bang Andreas yang sempurna. Jantungku berdebar,darahku seakan jadi berdesir dan mendidih.
Tubuh Bang Andreas amat indah.Lekukan otot-otot-nya tampak sempurna,di dada, di perut, di lengan dan tungkainya. Kontolnya besar, indah dan sudah disunat ketat, berlatar belakang jembutnya yang jantan dan indah serta digantungi sepasang biji peler yang membulat yang besarnya serasi dengan ukuran kontolya! Melihat kontolnya yang besar, jantan, indah dan kelaki-lakian itu,seakan secara spontan aku berbisik : "..KONTOL..!". Bulu-ketek-nya lebat, tubuh memanjang di belahan ketiaknya, tapi tidak sedikitpun mengurangi keindahan tubuh-nya yang telanjang bulat sempurna itu!
Ketika Bang Andreas sedang mandi,aku pun berpikir keras.Apakah aku juga harus bersikap seperti Bang Andreas? Dengan PD-nya[Percaya Diri] bertelanjang bulat!Aku putuskan untuk mengikuti "tata-cara militer" yang dilakukan Bang Andreas.
Waktu Bang Andreas selesai mandi, dia masih saja telanjang bulat.Aku lihat tubuhnya masih basah oleh air bekas mandi!Sepertinya Bang Andreas tak mengeringkan tubuhnya dengan handuk setelah dia mandi. Dalam keadaan masih telanjang bulat itu Bang Andreas menjelaskan kepadaku :
"Kalau selesai mandi, badan jangan dikeringkan dengan handuk.Biarkan saja air kering sendiri di badan.Itu lebih baik dan lebih sehat.Supaya kulit kita tetap sehat dan kencang. Karena air mandi kita terserap oleh kulit kita"
Aku tidak tahu Bang Andreas dapat teori seperti itu dari mana. Aku hanya mengiyakan saja dan menjawab :
"Iya Bang"
Selesai mandi aku lihat Bang Andreas tetap tidak menunjukkan tanda-tanda ia akan berpakaian.Bang Andreas berjalan ke cermin dan ia mulai mencukur atau melicinkan kumis dan janggutnya.Kemudian ia juga mencukur bulu-ketek dan juga merapikan serta menipiskan jembutnya. Aku duduk terpana melihat semua kegiatan Bang Andreas yang aku nilai jantan dan amat militeristik.Sambil mencukur jembut dan bulu-keteknya Bang Andreas berkata enteng :
"Aku memang rutin mencukur bulu-ketekku supaya ketekku tidak bau dan jembut aku tipiskan supaya rapi", aku menelan ludah melihat kegiatan Bang Andreas dan aku menjawab sekenanya :
"Iya Bang".
Supaya aku tidak berbeda dengan yang punya kamar [Bang Andreas], seawaktu aku akan mandi, aku pun menanggalkan pakaianku di luar kamar mandi dan setelah mandi aku biarkan saja badanku yang basah oleh air itu mengering sendiri. Tentu saja aku harus menunggu badanku kering sambil bertelanjang bulat. Waktu melihat tubuhku yang bertelanjang bulat itu Bang Andreas berkomentar :
"Badan kau bagus, ya!"
Memang benar tubuhku lumayan,sudah "jadi" berkat latihan fisik dan latihan beban yang intensif dan progresif yang aku lakukan tiap hari.Semua orang yang jujur, pasti berkomentar memuji jika melihat tubuhku yang atletis dan berotot indah itu! Tak kalah indahnya dengan tubuh Bang Andreas.
Malam itu kami tidur secara militer,bertelanjang bulat.Menjelang subuh aku terbangun.Lampu kamar itu sebagian padam tapi tetap bercahaya temaram.
Aku bisa melihat ketelanjangan Bang Andreas yang tidur di sampingku itu. Samar-samar aku mencium bau pejuh dan seprei pada bagian pinggul Bang Andreas tampak ada noda[vlek] dan ceceran cairan. Kontol Bang Andreas yang besar tampak tegang dan lobang kencingnya tampak membasah.
Tiba-tiba Bang Andreas bangkit,dan aku dengar dia setengah mengomel :
"Wah aku mimpi basah",lalu dia berjalan ke kamar mandi, mungkin untuk membersihkan badannya dari ceceran pejuh!Karena Bang Andreas tidur telanjang bulat tentu saja waktu dia mimpi basah pejuhnya muncrat berceceran kemana-mana, karena dia tidak mengenakan penutup apa pun [celana atau kancut].
Setelah itu dia mengganti seprei yang berceceran pejuh itu dengan seprei yang baru dan menerus-kan tidurnya bertelanjang bulat.Kontolnya tampak sudah tenang tapi karena ukurannya yang besar maka kontolnya itu tetap tampak besar,kekar, dan jantan! Esok harinya Bang Andreas aku lihat latihan Yoga bertelanjang bulat.Lalu dia melanjutkannya dengan sit up, push up, pull up, ratusan kali.Setelah itu dia tampak mengenakan supporter [jockstrap] dan melakukan latihan beban. Akupun ikut belajar latihan Yoga dengan Bang Andreas.
Berada di dekat Bang Andreas yang sexy, menawan dan sedang telanjang bulat itu, mau tidak mau kontolku jadi tegang terangsang.Melihat kontolku ngaceng seperti itu Bang Andreas menukas :
"Pagi-pagi kontol kau sudah tegang,ya?. Tapi itu menunjukkan kau lelaki sehat!",aku jadi tersipu- -sipu sementara kontolku makin mangacung, makin tegang, dan kepalanya [glans penis] memerah-ungu dan berkilat-kilat.Bagaimana pun aku tidak dapat menyembunyikan ketegangan kontolku karena kami saat itu berdua sedang telanjang bulat. Rupanya kontolku yang makin tegang itu terlihat juga oleh Bang Andreas dan dia berkata lagi, dengan penuh pengertian
"Rupanya kau sudah harus mengeluarkan air mani. Kulihat kontol kau makin tegang saja! Kalau aku, tadi malam sudah mimpi basah", aku makin kemalu-maluan, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Untuk menutupi rasa malu-ku aku menjawab :
"Iya Bang. Aku tegang sekali nih"
Aku kagum sekali akan cara berpikir dan bersikap Bang Andreas yang sangat jantan dan kelaki-laki-an seperti itu, dia memang penuh pengertian akan kondisi kejantanan seorang lelaki!Dia betul-betul lelaki hebat dan militer sejati!
Selesai latihan Yoga, Bang Andreas mengajak aku jogging di sekitar komplex perumahan militer itu dengan target jarak 5 km.!
Sambil jogging di sisi Bang Andreas aku merenung-kan tentang kejadian-kejadian yang aku alami di rumah Doddy sejak sehari sebelumnya.Aku bersyukur dan amat bahagia dapat menyaksikan berbagai hal yang sangat pribadi dari diri Bang Andreas.Semua itu dimungkinkan berkat sikap Bang Andreas yang kelaki-lakian dan militeristik.Sejak itu,aku pun tambah kagum dan makin sayang pada Bang Andreas. Bang Andreas-ku! Ta'i!
ANTICLIMAX
Masih banyak kejadian-kejdian yang indah, jantan dan milteristik yang aku alami selama aku tinggal di rumah Doddy. Tetapi sayang sekali tidak boleh aku ceritakan dalam situs gay yang bejat ini.Aku harus melindungi dan menghormati privacy Bang Andreas.
Biarlah kejadian-kejadian yang lain jadi kenangan indah bagiku saja, hanya untukku sendiri. Apakah aku sempat diizinkan menjilat dan mengisap kontol Bang Andreas yang besar dan indah seukuran kontol kuda Arab itu? Dan apakah aku juga sempat merasa-kan nikmatnya pejuh Bang Andreas perwira militer yang tampan menawan itu? Aku tak perlu komentar tentang itu! Mengapa pula hal seperti itu harus dipertanyakan? Ta'i!

Komentar
Posting Komentar