Kuli Logging Lebih Dahsyat

Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan apakah masih layak untuk diteruskan atau ditutup. Akhirnya sampai juga kami ke lokasi yang dituju, ada sebuah bangunan kayu yang disebut sebagai kantor merangkap mess bagi staf perusahaan yang dikelilingi oleh barak pekerja yang kumuh dan lapanagan tempat penimbunan kayu hasil tebangan serta lapangan tempat parkir alat berat.

Kedua staf segera menuju kantor, sopir kami memutuskan untuk istirahat melepaskan lelah di dalam mobil sedangkan aku hanya seorang pembantu umum tidak mempunyai jabatan hanya dapat bengong saja ditengah hutan, sehingga akhirnya kuputuskan untuk berjalan jalan sambil meluruskan kaki di sekitar kompleks perusahaan kayu tersebut sampai terlihat olehku sekelompok kuli logging yang sedang bekerja membalak kayu dan sebagian mendorong dan menarik kayu balakan ke arah alat berat yang tengah menunggu untuk membawa kayu tersebut ke lokasi penampungan kayu. Aku mencari tempat berteduh dibawah sebuah pohon, duduk diatas balokan kayu yang ada karena udara ditengah hutan pada siang hari tersebut bukan main panasnya ditambah lagi dengan kelembaban yang tinggi sehingga keringat bercucuran tiada berhenti membasahi bajuku.

Sambil menikmati rokok aku memandangi para kuli tersebut bekerja keras di terik matahari, kelompok kuli tersebut berusia antara 20 - 30 an tahun, rata rata berbadan kekar oleh karena kerja kasar dan berat sehingga otot mereka menggelembung disana sini terlatih oleh pekerjaan yang dilakukan dari hari ke hari, berkulit hitam berkilat terbakar matahari, rambut tebal gondrong awut awutan tak terawat, basah kuyup dari ujung kepala sampai ujung kaki oleh keringat, dan aww.. baju mereka tak ada yang utuh, robek disana sini, tak berkancing satupun sehingga dada mereka yang bidang dengan otot pectoralis yang menggelembung dihiasi oleh pentil susu yang gede item melenting tampak dengan jelas.

Bahkan ada beberapa kuli yang hanya memakai sekadar serpihan kain untuk menutupi kontol mereka saja, bagaikan cawat mini dengan sepatu boot berlumpur dan sarung tangan kumal, membuat selera homoku menggelegak ketika menikmati pemandangan kumpulan lelaki jantan perkasa berotot kenyal berkilauan bermandikan keringat tersebut, kontol dan lobang pantatku mulai berdenyut denyut membayangkan betapa kuat dan dahsyatnya bila mereka mengentotiku dengan kontol mereka yang udah berbulan bulan nggak pernah melihat cewek, maklumlah ditengah hutan dilingkungan pekerja kasar seperti mereka mana ada cewek yang berani mendekat, nafsu jalangku minta segera dipuaskan.

"Minta rokoknya dong" seorang kuli yang memakai wearpack (overall) lusuh datang menghampiriku. Baju kerjanya tak berkancing satupun dari atas hingga kebawah, buliran keringat mengalir dari kepalanya turun melalui lehernya yang kekar kedadanya yang bidang berotot turun terus melalui perutnya yang six pack rata bagaikan papan cucian masuk menerobos jembutnya yang item tebal bergerumbul keluar menyeruak, membuat aku iri pada buliran keringat tersebut ingin rasanya menggantikan keringat tersebut merayapi kulit tubuh kuli logging tersebut... ai ai aiiih.

"Ambil dah ini" kataku sambil menyerahkan sebatang rokok padanya dan menghidupkan geretan api untuknya. Ketika ia menunduk menghidupkan rokoknya dari geretan api yang aku hidupkan, tampak olehku pangkal batang kontolnya lebih kurang sebesar pergelangan tanganku berhiaskan jembut item lebat bergerumbul dari balik bukaan celananya yang tak berkancing itu, lanjutan batang kontolnya yang gede tampak tercetak jelas dicelananya yang basah kuyup lengket kekulit oleh karena keringat dan kepala kontolnya yang item keunguan bagaikan cendawan menyeruak mengintip dari robekan celana di bagian paha. Aku tak tahan lagi untuk berpura pura dengan segera tanganku mengelus tonjolan kontolnya yang tercetak dicelananya seraya berkata

"Buset dah, ini kontol atau pentungan ye?, lagi tidur aja segini gede gimana kalo lagi ngaceng"

Kuli tersebut tidak bereaksi mengelak terhadap sentuhanku pada kontolnya malah semakin mendekatkan diri agar tanganku semakin leluasa menjelajahi kemaluannya, sambil menatap tajam ke arahku dia berkata dengan tegas

"Isep dah kalo loe mau lihat gimana gedenya kalo ngaceng, dasar homo doyan kontol! loe kira gue kagak ngerti nafsu loe, inikan yang loe mau"

katanya seraya mengeluarkan kontolnya dari wearpacknya dan menyodorkannya langsung ke arah mulutku. Aku tak menyia nyiakan kesempatan emas, langsung aja kontol kuli itu aku selomoti kaya ikan arwana menangkap mangsa, hap! kepala kontolnya yang semakin merekah mengembang dengan lobang kencingnya yang gede aku jilat, batangnya ku jilat, emut, isep dan aku kulum abis sampai ke pangkal batang kontol gedenya itu sehingga jembutnya yang tebal menggelitik hidungku dan aroma lelaki jantan perkasa bercampur keringat segera tercium olehku menambah beringasnya nafsuku. Segala kemampuan oralku aku keluarkan membuat kuli tersebut menggeliat, menggelinjang dan mendesah karena servisku pada kontolnya yang semakin berdenyut mengembang keras mengisi mulutku hinggas terkuak lebar untuk menampung sodokan kontolnya itu.

Tanganku yang satu membelai menjelajahi perutnya yang berhiaskan tonjolan otot kearah dadanya dan mengusap memelintir puting susunya yang semakin melenting keras arrggh... Kini kuli logging tersebut mulai menyodomi mulutku dengan gerakan maju mundur semakin kuat semakin tinggi intensitas genjotan kontolnya sampai kepala kontolnya masuk melewati pangkal tenggorokanku, keluar masuk semakin tak beraturan. Bukan main buasnya dia mengentoti mulutku, desahan, erangan, lenguhan bagaikan banteng muda ngentotin betinanya, racauannya semakin nggak karuan

"Ayo isep yang kuat lonte homo, lu demen kontol gue khan, argghh... homo babi, bangsat, anjing"

Badannya mulai mengejang sehingga ototnya bertonjolan keluar, berkilat basah oleh keringatnya yang berhamburan ketubuhku, dan kontolnya yang gede sepergelangan tangan itu tegang keras bagaikan tongkat baja berdenyut denyut didalam mulutku dan croooth croooth arrgh croooth croooth arrgh, croooth croooth arrgh... entah berapa kali dan entah berapa banyak pejuhnya muncrat masuk langsung kedalam kerongkongaku diiringi lenguhan panjang lelaki muda perkasa yang dahaga birahi seakan melepaskan bebannya yang berat. Akupun terpicu untuk muncrat abis diadalam celanaku sehingga basah karena memang aku tak memakai celana dalam... croooth croooth arrgh, croooth croooth arrgh, croooth croooth arrgh pejuhku meleleh dicelana.

"Jilat sampe bersih"

perintahnya tegas padaku ketika kontolnya keluar dari mulutku. Aku patuhi saja, jilatin kontolnya yang baru aja muncrat tadi sampai bersih kaya kucing membersihkan bulunya "Ntar malam loe tidur ama gue, di bedeng C ya, pantat loe kan belon gue entotin" katanya sambil ngeloyor pergi kearah kelompok kuli yang masih giat bekerja di tengah teriknya matahari, dengan kontol item gedenya yang masih keluar dari wearpack bergelantungan mengayun kekanan kekiri mengikuti langkahnya... hmm, aku tak sabar lagi menunggu datangnya malam.

Sore menjelang malam aku menuju barak C sesuai yang diperintahkan oleh kuli logging yang mengembat abis mulutku siang tadi, rahangku masih terasa pegel oleh karena terlalu lama menganga penuh untuk menerima sodokan kontol item gede sepergelangan tanganku. Sementara lelehan pejuh dicelanaku sudah mengering, membentuk gambaran tersendiri dicelanaku dan bila aku bersendawa maka uap pejuh kental legit yang disemprotkan oleh kuli logging tadi masih tercium olehku hmm. Aku merebahkan diri di dipan dalam bedeng yang penuh dengan gantungan baju celana tas kresek dan entah apa lagi, bau khas lelaki mengambang di dalam bedeng kumuh tersebut aku hirup dan nikmati sampai entah berapa lama kemudian aku tertidur pulas.

Ketika aku terbangun antara sadar dengan tidak aku melihat kelompok kuli logging pulang dari tempat membalak kayu, ternyata dari pengamatan sepintas aku dapat mengetahui bahwa yang pakaiannya relatif utuh adalah pemimpin kelompok bedeng tertentu dan semakin sedikit pakaian yang utuh maka semakin rendah pula kedudukannya dalam kelompok tersebut, yang paling rendah adalah kelompok kuli yang memakai semacam cawat yaitu tinggal secarik kain penutup kontol saja dengan pantat yang terekspose dan berjalan paling belakang dari setiap kelompoknya memanggul segala macam peralatan membalak dipundaknya yang kekar. Bedeng tempatku tidur yang sempit dan kumuh itu telah penuh diisi oleh penghuninya, ada 6 orang kuli dalam satu bedeng termasuk kuli pejantanku tadi siang mulai menggerayangi tubuhku, bajuku direnggut paksa hingga robek dan kancingnya berlepasan semua dan celanaku dipelorotin sampai setentang lutut.

Bagaikan seorang demi vierge denyut jantungku bergemuruh ketika mulutnya dengan rakus melakukan french kiss padaku dan turun menjilat mencium dan mengisap leherku yang putih jenjang kemudian tetekku diemut dengan buasnya. Kulitku terhitung putih dan mulus bila dibandingkan dengan ke 6 pekerja tersebut karena aku hanya bekerja kantoran dalam gedung jarang tersengat matahari, hal itu membuat mereka semakin bernafsu saja menggerayangi tubuhku bagaikan memperlakukan cewek, aw... aku terpekik lirih ketika salah seorang kuli tersebut dengan gemas menggigit pentilku. Tanpa perasaan risih kuli yang mengentotin mulutku tadi siang menagih janjinya untuk mengembat lobang pantatku.

"Nungging loe, lonte homo anjing!" kontol gedenya sudah ngaceng sempuna keluar dari wearpack dihiasi dengan pembuluh darah yang bertonjolan kehijauan di sekeliling batang kontolnya yang gede itu. Aku tak punya pilihan lain lagi segera mematuhi perintahnya untuk nungging dan bless kontolnya segera menyodok lobang pantatku tanpa belas kasihan... argghh! aku mengerang.

"Diam loe jangan berisik, sumbat mulutnya dengan kontolmu Jang"

Kuli yang dipanggil Ujang dengan senang hati menyumbat mulutku dengan kontolnya yang tak kalah gede dan item dengan kuli yang menyodomi lobang pantatku, kontol dilobang pantat, kontol dimulut, aku merasa melayang ke nirvana. Sementara kuli yang lain mulai ngloco kontolnya masing masing sambil menikmati pemandangan erotik dua kuli ngembatin aku dan kuli yang hanya memakai cawat disuruh nungging pula berhadapan dengan aku sementara temannya mengentotin pantatnya. Kuli itu menciumi mulutku yang berisi batang kontol si Ujang dan terkadang menjilati biji peler, batang kontol Ujang yang tersisa diluar mulutku sementara kedua tubuh kami maju mundur oleh karena sodokan kontol dari belakang dan Ujang tak dapat menahan lebih lama lagi segera memuncratkan pejuhnya yang buanyak dan kental kedalam mulutku, dan kuli yang bercawat segera mencipokin mulutku yang berisi pejuh Ujang ikut menikmati kehangatan pejuh tersebut, dengan segera pula kedudukan kontol Ujang digantikan oleh kontol kuli logging lain, mengentotin mulutku dan mulut kuli logging bercawat. Ganti posisi, aku menunggangi berhadapan muka dengan seorang kuli yang berbaring di dipan dengan kontol gede tegak ngaceng kaya tugu Monas, sementara ada kontol lain ikut masuk bareng dengan kontol kuli yang aku tunggangi sehingga ada dua kontol gede di dalam lobang pantatku dan kuli yang lain ngembat mulutku dan mulut kuli yang aku tunggangi. Aroma seks lelaki perkasa yang dahaga mengambang diudara bercampur keringat diiringi dengan suara kecipak kecipok kontol basah keluar masuk lobang pantat dan lobang mulut dengan desahan, erangan dan lenguhan yang keluar tak terkontrol bagaikan kelompok banteng jantan memperkosa betinanya.

"Entotin gue ye" bisik kuli bercawat padaku seraya menyodorkan lobang pantatnya kearah kontolku yang udah ngaceng dari tadi, sementara dua buah kontol masih keluar masuk tak beraturan dilobang pantatku, ohh... aku menggelinjang gelinjang keenakan ketika kontolku diperas oleh otot pantat kuli bercawat, sungguh ia sangat berpengalaman melakukan remasan terhadap batang kontol yang ada di dalam lobang pantatnya, mungkin selama ini dialah yang menjadi sasaran pelampiasan nafsu jalang nan biadab kuli logging perkasa yang udah kurang kerjaan karena semakin sedikitnya kayu untuk dibalak sehingga kelebihan tenaga kuda mereka salurkan tuntas dilobang pantat sesama kuli, jahanam!

Ke 6 kuli sudah berkali kali memuncratkan pejuhnya barulah mereka satu persatu tertidur pulas mengorok dengan keringat berlelehan di sekujur tubuh dan kontol terkulai keluar dari sarangnya masing, satu persatu kontol yang terkulai itu aku jilat bersih dengan lidahku dari kepala kontol, lobang kencing, batang kontol sampai ke pangkalnya, jembut item tebal bergerumbul dan kedua biji peler mereka. Puas banget nafsu homoku malam itu dihajar dengan dahsyatnya oleh kuli logging muda perkasa berotot kenyal ketat, lelehan pejuh mereka mengalir perlahan keluar dari lobang pantatku, licin anget perih, akhh... sementara dari mulutku juga lelehan pejuh yang berhamburan tak sempat aku telan juga mengalir turun membasahi daguku.

Aku menyusup diantara tubuh kuli tersebut untuk berbaring melepaskan penat, hmm tidur diapit tubuh berotot sampai menjelang pagi ketika kontol mereka secara fisiologis mulai tegak ngaceng lagi dalam nyenyak tidur mereka. Aku mulai sibuk lagi menyelomoti kontol kontol mereka satu per satu sampai mereka memuncratkan kembali pejuhnya di dalam mulutku sementara di lobang pantatku terpacak kontol kuli bercawat yang udah duluan bangun, mengikuti ke arah manapun aku merayap nungging ketika menyelomotin kontol kuli logging yang lagi ngaceng pagi subuh itu, hah kaya anjing ngentot aja jalan kesana kemari dengan kontol lengket erat didalam memek anjing betinanya.

Matahari telah keluar dari peraduannya, demikian pula kuli logging pada berkeluaran dari bedengnya masing masing, ada 5 bedeng dilokasi penebangan kayu tersebut, bedeng A sampai bedeng E, sama kumuh dan sama sempitnya, berisi rata rata 6 orang kuli per bedeng. Hari ini hari Minggu merupakan hari istirahat mereka, namun oleh karena lokasi terpencil ditengah hutan dan ketiadaan sarana transportasi ke pemukiman terdekat apalagi ke kota maka tetap saja kuli logging tersebut menghabiskan hari istirahat dengan berada di sekitar bedeng.

Keberadaanku di bedeng C malam itu rupanya menjadi perhatian kuli bedeng lain, terlihat mereka adu argumentasi dengan kuli bedeng C entah apa yang mereka bicarakan namun aku merasa sekali bahwa akulah yang jadi pokok permasalahan dalam argumentasi mereka. Bodo ah! pikirku sambil selonjoran di dipan dalam bedeng mengingat permainan seks biadab tadi malam, perutku kenyang oleh muncratan pejuh kuli logging sehingga aku merasa tak perlu lagi mencari sarapan pagi karena protein dari pejuh yang masuk ketubuhku tadi malam hingga subuh sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan energi harian seorang manusia.

Matahari bersinar tapi hujan turun gerimis membasahi lokasi, cuaca memang aneh seaneh kehidupanku sebagai seorang homo selalu kesepian ditengah keramaian. Banyak cewek yang menggodaku namun tak seeorangpun yang menarik minat kecuali mungkin suatu saat nanti aku akan tertarik pada seorang cewek sepanjang dia punya kontol, ha ha ha anehkan? Tapi itulah kenyataan hidup seorang homo tulen pemuja kontol yang taat, setia ? non sense tak seorangpun homo tulen yang setia terhadap pasangannya, mereka hanya taat dan setia pada kontol saja... ya setia pada kontol, tak perduli siapapun pemilik kontol tersebut.

Keramaian terjadi di sekitar lokasi bedeng, dalam gerimis hujan dengan matahari bersinar terang mereka membentuk lingkaran dan ada 2 orang kuli berdiri ditengah, oww... pertarungan gulat dua orang kuli muda kekar berotot kenyal ketat perkasa diarena berlumpur ditengah hutan. Mungkin inilah hiburan bagi mereka, mengisi hari istirahat sambil menguji kemampuan fisik atau perebutan hirarki kekuasaan sebagaimana laiknya hewan di tengah hutan belantara, atau... ada hal lain?

Aku tertarik melihat kegiatan mereka beranjak dari dipan aku menuju pintu bedeng dan mengamati kerumunan itu sambil duduk di ambang pintu. Kedua kuli yang bertarung mulai saling renggut saling dorong dan tarik membuat otot mereka bertonjolan basah oleh keringat dan hujan dan pakaian merekapun semakin robek nggak karuan berlumpur lengket ketubuh masing masing petarung karena bergulat di arena berlumpur diiringi dengan teriakan memberi semangat dari kelompok kuli yang berada di lingkaran yang juga basah kuyup karena hujan dan berlumpur karena percikan lumpur yang dihasilkan oleh kedua petarung di dalam lingkaran, namun mereka kelihatannya tak perduli dengan penampilan dan cukup bergairah menyaksikan pergulatan kedua kuli di tengah arena.

Sampai salah seorang kuli petarung terkunci oleh lawannya, dengan kedua tangan terkunci dalam posisi tertelikung kebelakang dan punggungnya melenting membentuk busur dengan tonjolan kontolnya merupakan bagian terdepan, satu tangan yang bebas dari lawannya merobek celananya dan ploph! kontol berlumpur tegak ngaceng keluar, kontol itu mulai diloco oleh lawannya semakin kencang semakin kuat semakin tegang kontol itu berdiri tegak dan semakin meringis muka kuli yang diloco dengan tangan tertelikung dibelakang badan serta memakin melenting pula busur tubuhnya dan crroooth crroooth arrrgh pejuhnya muncrat tinggi diiringi oleh sorak sorai kuli yang menonton pertandingan gulat lumpur kedua kuli tersebut.

Ternyata gulat lumpur itu masih berlanjut dengan dua orang kuli lain yang kini berada ditengah arena, mulai saling menjatuhkan lawan, penuh lumpur, pakaian robek semakin nggak karuan karena renggutan lawan dan berakhir dengan kuncian lawan dituntaskan dengan ngloco lawan yang kalah dan crroooth crroooth arrrgh pejuhnya muncrat tinggi diiringi oleh sorak sorai lagi.

Kedua pemenang yang sudah berlumpur tadi kini berhadapan pula agaknya untuk menentukan the best championnya fikirku, petarung antar dua pemenang petarung pertama ternyata lebih ganas lagi, boleh dikatakan keduanya nyaris telanjang bulat penuh lumpur dengan kontol gede berayun kesana kemari mengikuti gerakan siempunya kontol ketika bergulat saling berusaha menjatuhkan dan terkadang saling berusaha menangkap kontol lawannya untuk diloco, membuat kedua petarung tersebut semakin horny apalagi di tingkahi dengan sorak sorai dan kata kata jorok dari kelompok kuli penonton di sekeliling arena.

Dua petarung gulat hampir telanjang kini dengan kontol gede berlumpur ngaceng sempuna hampir nempel di perut mereka masing masing semakin liar dan buas berusaha menjatuhkan lawan, sementara hujan semakin deras pula membuat arena semakin licin dan lumpur semakin banyak. Kemana petarung yang kalah di babak pertama? ternyata sebagai hukuman mereka dihadiahkan oleh lawannya yang menang untuk nungging dientot oleh kuli yang ditunjuk oleh pemenang, ditonton rame rame pula oleh kuli lain sambil berkomentar jorok tentang segala sesuatu mengenai perkentotan petarung yang kalah dengan kuli yang ditunjuk oleh petarung yang menang.

Dua kuli kekar penuh lumpur nungging pasrah dientot kontol gede dengan dua petarung pemenang sedang bergulat nyaris telanjang bulat berlumuran lumpur ditengah arena dikelilingi oleh kuli logging lain yang basah kuyup dengan kontol ngaceng semua bahkan ada yang mulai ngloco atau minta diloco oleh temannya membuat kontol dan lobang pantatku kembali berdenyut denyut melihat pemandangan mesum yang dahsyat itu... sampai salah satu petarung dapat terkunci 69 oleh lawannya dan kontolnya yang udah ngaceng berat diloco abis oleh lawannya crroooth crroooth arrrgh pejuhnya muncrat tinggi diiringi lagi oleh sorak sorai sementara kontol lawannya yang juga ngaceng berat berlumuran lumpur ditengah arena dikelilingi oleh kuli logging lain yang basah kuyup dengan kontol ngaceng semua bahkan ada yang mulai ngloco atau minta diloco oleh temannya membuat kontol dan lobang pantatku kembali berdenyut denyut melihat pemandangan mesum yang dahsyat itu... sampai salah satu petarung dapat terkunci 69 oleh lawannya dan kontolnya yang udah ngaceng berat diloco abis oleh lawannya crroooth crroooth arrrgh pejuhnya muncrat tinggi diiringi lagi oleh sorak sorai sementara kontol lawannya yang juga ngaceng berat berlumpur tebal digsok gosokkan kemukanya arrrghh... mau dong.

Pemenang pertarungan gulat lumpur berdiri tegak gagah perkasa dengan otot masih menggelembung akibat pergulatan yang baru selesai berlumuran lumpur berteriak keras menandakan kemenangannya terhadap lawanya yang telah terkulai lemes tergolek ditengah arena berlumpur karena baru aja muncrat abis diloco lawannya.

Si pemenang menunjuk salah seorang kuli bercawat yang lagi terengah engah karena horny berat sehingga cawatnya tak mampu lagi menutupi kontol gedenya yang ngaceng itu untuk menyelesaikan tugas mengentotin petarung yang kalah dan si pemenang berjalan keluar arena, membersihkan lumpur disekujur tubuhnya dibawah cucuran air hujan dari atap bedeng, dan dengan tubuh telanjang bulat yang telah bersih dari lumpur kontol gede item berkilat masih ngaceng berat hingga hampir menempel kekulit perutnya yang six pack rata berjalan menuju arahku... wow ternyata pergulatan lumpur tadi dalam rangka memperebutkan diriku untuk dientot oleh kelompok bedeng lain, pantas pemimpin kelompok bedeng C yang telah puas menghajar mulut dan lobang pantatku tadi malam tidak ikut dalam pertarungan gulat lumpur tadi, aku sumringah berdebar kaya perawan desa ketika pemenang petarung menghampiriku di ambang pintu bedeng C

"Ayo cil, kau sekarang milikku, ikut ke bedeng A" tangannya yang kekar meraih tubuhku menggiring diriku kearah bedengnya, kontolnya yang ngaceng keras gede kaya pentungan itu aku elus elus ketika berjalan beriringan dalam rengkuhan pelukan tangan kekarnya dipinggangku.

"Ai ai aii gede bangeeth, muat nggak ya di lobang pantatku"

Hari itu aku menjadi miliknya luar dalam, ternyata kuli logging yang satu ini seorang SM berat, babak belur tubuhku dihajar dengan pecutan, sundutan rokok bahkan bogem mentah berkali kali mendarat ditubuhku. Semakin aku merintih semakin sadis pula dia mengentotinku, semakin menggelupur menggeliat dan menggelijang pula tubuhku menikmati gesekan kontolnya didalam rongga pantat dan rongga mulutku, dengan kedua tangan terikat diambang pintu bedengnya dan kedua kakiku terkangkang terikat diujung bawah kusen pintu dia memerintahkan anggota kelompoknya satu persatu mengentotin lobang pantatku yang terkuak lebar, sementara didepanku dia perintah kuli lain untuk mengisep mengemut dan nglocoin lagi kontol nya sehingga ngaceng penuh dan memuncratkan pejuhnya ketubuhku.

Satu persatu kuli bedeng A menggagahiku secara terbuka di depan pintu bedeng ditonton oleh kuli logging dari bedeng lain di siang bolong berhujan deras di tengah rimba belantara... live show biadab dari seorang homo tulen di tengah kelompok kuli logging.

Aku masih terikat diambang pintu, telanjang bulat, jejas bilur sabetan dan bogem mentah serta bekas sundutan rokok dan cupang menghiasi sekujur tubuh, dengan pejuh berceceran diseluruh tubuhku, bahkan mengalir perlahan keluar dari anus membentuk aliran di selangkanganku turun ke buah pelerku dan menetes, turun juga ke kedua pahaku sampai ke betis, aliran pejuh hangat geli geli basah akhhh... sampai ketika seorang kuli logging datang mendekatiku dan membebaskan ikatan dikedua tangan dan kedua kakiku. Kuli logging bedeng A udah bergelimpangan tidur telanjang di dipan, tak lagi memperdulikan keberadaanku sehingga ketika aku jatuh nggleprok ketika ikatan tali telah bebas tak seorangpun dari mereka yang bangun. Kuli logging yang membebaskanku memapah tubuhku yang lemah lunglai ke arah bedengnya, bedeng E, dan aku direbahkan disana. Dengan pandangangan nanar kuperhatikan kuli yang membebaskan aku itu, ia mengambil semacam minyak tumbuhan dan mengoleskannya ke sekujur tubuhku dengan lembut, seorang kuli logging muda, mungkin berumur kurang dari 20 an tahun, hanya mengenakan serpihan kain penutup kontol yang tergantung pada seutas tali yang melingkari pinggangnya yang ramping, berbadan tinggi, slim namun juga berotot ketat, dengan lembut berkata:

" Nanti sebentar juga sembuh koq "ohh... aku tertidur pulas sampai entah berapa jam ketika aku bangun ternyata penghuni bedeng E telah datang semua, mereka umumnya sebaya kuli yang menyelamatkanku, rata rata mereka hanya bercawat saja dan rupanya penghuni bedeng E adalah kelompok paling bawah dalam hirarki kuli logging di lokasi tersebut. Aku melihat jejas bilur ditubuhku, ajaib! hampir tak berbekas lagi, ramuan apa gerangan yang diberikan dioleskan di tubuhku tadi? Makanan dan minuman telah disediakan untukku oleh mereka dan akupun mulai menikmati hidangan yang tersaji sederhana bersama mereka, sambil bercakap cakap menjalin komunikasi " Boleh tanya ya, obat apa tadi yang dioleskan ditubuhku"

" Oh, ramuan dari tumbuhan hutan untuk menghilangkan luka dan lebam, penduduk asli memberikannya kepada kami " jawab seorang kuli

" Kontol kalian di lokasi ini gede gede banget diatas rata rata, apa pake ramuan juga?"

" Iya, pake minyak lintah, apa elo belon tahu?" sambil tertawa kecil seorang kuli lain menjawab sambil menunjukkan botol minyak lintah yang dimaksud

" Dan nafsu ngentot kalian juga luar biasa tahan berkali kali ngecret nggak kehabisan pejuh, apa pake ramuan juga?" tanyaku lagi

" Iya, kunyah akar tumbuhan ini, banyak lo disekitar hutan ini " jawab kuli tersebut kalem

Ramuan dari flora dan fauna disekitar hutan yang kaya ini apakah masih dapat bertahan dari gempuran chain saw yang meluluh lantakkan hutan, alangkah ruginya bangsa ini bila kekayaan nabati dan hewani yang tersembunyi belum digali dari hutan belantara hilang begitu saja. Beruntunglah aku masih dapat menikmati hasil ramuan tersebut yang teramat dahsyat menurut ukuranku sebagai orang kota, gempuran kontol gede berurat berotot kuli logging muda perkasa berikut dengan ramuan untuk menghilangkan akibat dari permainan seks liar tersebut semuanya di dapat dari kekayaan hutan kita yang tak ternilai. " Masukkan akar ini kelobang pantat loe, biar mengecil lagi, kita kita juga pake akar ini kalo baru abis dientot teman " kata seorang kuli lain sambil memberikan kepadaku sebuah akar kering kaya tongkat, atau mirip akar ginseng agaknya.

Tanpa merasa risih akupun mencoba memasukkan akar tersebut ke lobang pantatku yang sudah terkuak lebar akibat embatan entah berapa banyak kontol gede sejak kemarin, kaya memakai dildo tongkat akar itu kubiarkan beberapa saat di lobang pantatku dan hasilnya luar biasa! perih yang menyiksa berangsur hilang dan lobang pantatku berangsur menciut seperti sediakala... asyik bisa ngentot lagi nih semalam suntuk terlintas fikiran mesum jahanam seorang homo tulen.

Kelompok kuli memang sangat mengasyikkan untuk menyalurkan nafsu seorang homo, mereka tulus - sederhana - apa adanya, tak memperdulikan norma yang berlaku yang penuh kepura puraan di masyarakat yang konon katanya lebih beradab, mereka hanya berfikir sangat sederhana, dapat makan minum main udah dah... cukuplah puas menjalankan hidup di dunia. Syukur dapat lobang memek kalo nggak dapat lobang pantat atau lobang mulutpun jadilah, paling sial ya ngloco sendiri sampai muncrat dan tidur, asyik kan?

Kalo anda nggak percaya coba aja sendiri, pake trik gue dengan langsung bertanya pada kuli yang elu taksir " Kontol lo gede ngggak? Liat dong " umumnya mereka akan segera merogoh kontolnya dan mengeluarkannya untuk elu liat dan lanjutkan pertanyaannya

" Gue isep kontol lo ye, boleh nggak " kalo kuli yang elu taksir membiarkan saja kontolnya dielus jangan tunggu lebih lama lagi emut dah itu kontol, ditempat itu juga, nggak usah repot cari penginapan atau yang sejenis, mereka cuek aja tuh. Bila elu ingin lebih lanjut langsung aja tanya tanpa basa basi " Entotin pantat gue dong " arahkan aja kontolnya ke lobang pantat elu dan selanjutnya mereka akan menggenjot kontolnya kedalam anusmu sampai mereka muncrat. Jangan pelit dengan pujian kepada mereka tentang kehebatan perangkat seks maupun kemampuan seksnya " Gile, gede banget kontol lo " atau

" Kontol lo nge-joss banget genjotannya " atau

" Memek pasti nggak ku-ku deh diembat kontol segede ini " dan sebaliknya bila elu pengen ngembat mereka, juga nggak usah sungkan tanya aja sebaliknya " Gua pengen entotin lo, mau nggak? " atau

" Isepin kontol gue dong sampe muncrat "

kalau mereka diam, langsung embat aja dah, pasti sukses Urusan duit nggak terlalu persoalan, karena umumnya para kuli tersebut udah cukup puas kalo bisa muncrat abis namun ada baiknya bila kuli tersebut anda embat sebaiknya dengan selembar 50 ribuan apalagi 100 ribuan mereka udah terengah engah berterima kasih menciumi tangan anda Fantasi seks kelompok kuli juga amat sangat sederhana, nggak usah repot mengarang cerita untuk membangkitkan fantasi mereka, cukup beberapa kali menyebutkan kata memek merah atau memek bengkak atau tetek putih atau tetek mulus, kontol mereka udah setengah ngaceng apalagi bila elu tambah dengan elusan sapuan lembut mesra di paha atau di lutut mereka yang keluar dari robekan celana serta di tonjolan kontolnya pasti kena dah itu kuli.

Kembali lagi kebedeng E, malam itu aku tidur di bedeng tersebut ditengah kuli muda perkasa berotot ketat hanya bercawat, sebagai tanda terima kasih aku menawarkan diri untuk memijat tubuh kenyal mereka satu persatu dan dengan senang hati mereka menerima tawaranku menyerahkan seluruh tubuh mereka untuk aku jamah setiap lekuk dan tonjolan otot aku pijat untuk melemaskan mengendurkan tegangan, mulai dari kepala leher bahu penggung pantat paha dan betis serta telapak kaki dan berbalik mulai dari otot muka, dada yang kekar berotot dengan perhatian khusus pada puting item gede melenting otot perut kontol dan kembali lagi ke paha depan lutut dan kaki. Umumnya setelah pijatan di bagian dada dan puting kontol kuli yang aku pijat langsung ngaceng berat akibat sentuhan belaianku dan dengan segera kontol tersebut aku duduki masuk mencoblos lobang pantaku dan sambil melanjutkan pijatan pada otot perut pantatku ikut menggoyang menggeol menggitek batang kontol kuli yang tertancap dalam anusku, berputar membelakangi kuli untuk melanjutkan pijatan pada paha lutut dan jari kaki masih dengan goyangan geolan dan gitekan pada kontol tertancap dalam di lobang pantatku, ketika sampai ke jari jari kaki mereka aku jilat aku emut maka umumnya muncratlah pejuh hangat mengisi rongga anusku... crroooth crroooth hnggh, erangan kuli jantan mengiringi muncratan lahar panas mereka.

Pagi hari, staf perusahaan telah bersiap untuk pulang kembali ke kota dan akupun keluar dari bedeng kuli logging dengan langkah gontai baju compang camping tak berkancing pantat celana robek ritsleting brodol menuju mobil Land Rover " Lho kenapa elo? Koq ancur ancuran begitu? " tanya mereka dengan wajah penuh heran

" Ngga apa apa, gue ngga apa apa " jawabku

" Bertarung dengan binatang buas ya? " tanya staf yang satu lagi masih dengan wajah heran melihat penampilanku

" Hmm... begitulah " kataku sambil duduk di kursi belakang, binatang ? buas ? ya... kuli logging hidup ditengah hutan berbulan bulan hampir seperti kehidupan binatang dan buas... ya buas sekali dan dahsyat... aku memejamkan mata sambil membayangkan kebuasan yang baru saja aku alami bersama kuli logging perkasa di lokasi tersebut. Lokasi tersebut akhirnya diputuskan untuk ditutup karena tidak menguntungkan, kelompok kuli cerai berai entah kemana tapi aku yakin suatu waktu aku akan jumpai lagi kelompok kuli yang sama entah kapan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Udin

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Tarno

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Beni