Kuli Gurandil, Swarga Kaum Gay

Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay, kaum homo jahanam pemuja kontol lelaki tegap perkasa seperti diriku.

Tak seorangpun di lokasi liar seperti itu ambil pusing mempermasalahkan keberadaanku untuk memuaskan nafsu kuli gurandil muda yang sedang menggelegak nafsu seksnya akibat limpahan hormon lelaki yang memang secara alamiah melimpah ruah pada pemuda yang berusia sebaya gurandil yang ada dilokasi itu, basic instinct atau animal instict. Kemana gurandil yang lebih tua? Tidak, mereka tidak pernah sampai tua karena angka kematian oleh berbagai sebab baik alamiah karena penyakit infeksi, penyakit akibat minuman keras bahkan oleh narkoba maupun kematian akibat kriminalitas yang amat sangat tinggi.

Namun stok gurandil seakan tak ada habisnya di negara kita yang miskin ini tak ada lowongan kerja bagi pemuda di kota apalagi di desa, mati satu tumbuh seribu gurandil, tanpa bekal pendidikan langsung terjun ke lokasi penggalian liar, uang yang diperoleh dari hasil galian langsung habis dalam sekejap karena harga makanan yang melambung, minuman keras, narkoba dan dalam radius sekian belas kilometer dari lokasi tumbuh pula warung remang remang yang menyediakan lonte apkiran dari kota untuk setiap saat dapat diembat memeknya oleh gurandil muda yang berkunjung tentunya dengan meminta bayaran yang tinggi, keciaaan deh memek udah brodol dedel dower masih juga dimintain bayaran. Sekali menjadi gurandil ya udah sampai mati jadi gurandil terus tanpa punya kesempatan untuk keluar dari lingkaran setan akibat kemiskinan kebodohan dan nafsu serakah yang selalu menuntut segera untuk dipuaskan tanpa pikir panjang lagi, toh mikirpun hampir nggak ada gunanya lagi dinegara brengsek seperti tanah air beta ini, nggak akan merubah apapun terhadap perjalanan hidup mereka.

Bagi anda homo tulen sejati silahkan coba untuk adventure ke lokasi liar penambangan emas, pasti puas seumur hidup elo, seperti diriku yang masih sering muncrat sendiri bila mengingat permainan seks yang liar buas dan binal dengan gurandil atau dengan kuli kuli lain seperti kuli logging atau kuli pelabuhan atau kuli angkut gudang dolog (baca serial kuli MOTN), takut pada orang homophobia? nggak perlu, kelompok kuli nggak pernah perduli dengan urusan norma itu, umumnya mereka memang straight namun situasi pekerjaan kasar jauh dari keluarga bahkan terkadang jauh dari kelompok memek dan dengan segala keterbatasan ekonomi membuat mereka tak ambil pusing, pokoknya ngembat lobang gratis! nggak mikir panjang mau lobang memek, lobang pantat atau lobang mulut, ngentotin aja ampe muncrat dan tidur untuk esok hari mulai lagi bekerja keras demi beberapa rupiah yang segera habis juga pada hari yang sama, begitu terus sepanjang kehidupan mereka... benar benar swarga kaum gay untuk memuaskan dahaga, menikmati setiap lekuk otot kenyal ketat lelaki perkasa termasuk kepala kontol batang kontol biji peler mereka sampai elo moksa ke nirvana.

Pendekatan kepada kelompok kuli juga nggak perlu rumit amat, mereka sederhana - tulus - tanpa pura pura, cukup sebatang rokok sebagai pembuka komunikasi dan bila tatapan matanya tak menolak ketika anda dekati maka langsung aja deh keluarkan jurus rayuan homo gombal "Punya kontol nggak, gue liat dong" atau

"Ini kontol atau pentungan ye?" atau

"Gede banget kontol loe, gimana gedenya kalo lagi ngaceng" bila tak ada reaksi penolakan dari mereka, tembak langsung aja deh dengan perbendaharaan jurus maut seorang homo tulen "Gue isep kontol loe ye" atau

"Entotin pantat gue dong"

Bila anda inginkan "tit for tat" juga nggak usah sungkan untuk mengeluarkan isi hati, apalagi di imingi selembar 50 ribuan atau 100 ribuan anda mendapatkan lelaki jantan berotot kenyal ketat yang terengah engah berterima kasih bahkan sampai menciumi tangan anda dan siap untuk diapakan saja demi memuaskan selera homo anda "Isepin kontol gue dong" atau

"Nungging, gue pengen entotin pantat loe" sebenarnya mereka sudah biasa melakukan itu sesama kuli bukan karena nafsu homo seperti kita kita namun lebih banyak untuk alasan "just help a friend", jadi bukan hal yang aneh bagi kelompok kuli bila kita meminta hal yang sama. Hanya gue ingatkan bila anda berhadapan dengan kuli yang tampak menolak dari bahasa tubuhnya, maka jangan coba coba memaksa karena krisis homoseksual akan muncul dan mereka jadi beringas tanpa mikir panjang dan berakibat fatal pula bagi anda. Waktu senggang mereka habiskan untuk selonjoran tidur bermalas malasan atau terkadang diisi dengan game permainan jantan seperti adu panco, gulat lumpur atau gulat oli bila kuli itu berhadapan dengan mesin, atau sepak bola yang bolanya terdiri dari entah apa saja, bisa botol air minum atau sendal putus atau buntalan kain buruk.

Masa tersebut adalah masa yang paling tepat dan cepat untuk pdkt, karena mereka dalam keadaan relax santai tenaganya sudah pulih dan apalagi isi yang ada diotak mereka selain pengen ngentot menuntaskan hasrat seks yang menggelegak mendidih sampai keubun ubun, bila elo kaga ambil kesempatan emas itu maka biasanya hari itu akan mereka akhiri dengan ngloco sendiri maupun ngloco bareng sesama kuli (mutual masturbation), sayang khan?

Fantasi seks mereka juga sederhana, umumnya berkisar pada fantasi seorang straight terhadap lawan jenis namun pada saat menyalurkan hasrat seks mereka nggak ambil pusing apakah pada lawan jenis seperti fantasinya atau pada sesama jenis seperti pada kita kita... asyikkan? swarga deh kalo elo pernah coba. Seperti aku yang sedang menuliskan pengalaman ini di dairyku sementara seorang gurandil jahanam penuh nafsu hewan sedang mengentotin lobang pantatku dengan buasnya menancapkan kontol gedenya sedalam mungkin sampai kandas ke pangkal batang kontolnya sehingga biji pelerku beradu dengan biji pelernya yang gede tergantung berayun ayun mengikuti irama genjotan kontolnya, padahal baru sesaat sebelumnya dia udah ngecret abis menumpahkan pejuhnya yang kental legit anget kedalam pangkal tenggorokanku ketika kontolnya yang item gede berurat itu aku emut abis abisan, gila nggak ada capeknya gurandil muda yang satu ini "Arrrggh, arrrggh, ngggh... arrrggh, arrrggh, ngggh... " lenguhannya mengerang dalam mengiringi hajaran kontolnya mengaduk aduk lobang pantatku, sementara gurandil yang lain menonton pergumulan kami sambil masturbasi dan tanpa mikir panjang bergantian mereka menumpahkan muncratan pejuhnya ke sekujur tubuhku sampai dairy yang sedang aku tulis ini ikut kena tetesan pejuh gurandil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Udin

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Tarno

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Beni