Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2004

Moksa ke Nirwana Bersama A Wie

Pusat kebugaran, fitness centre, merupakan salah satu tempat rendevouz kaum homo gay pecinta sejenis doyan kontol seperti aku ini, kesanalah setiap hari senggang aku menghabiskan waktu selain untuk melatih otot dan kebugaran jasmani juga untuk melihat bahkan mendapatkan kontol untuk kebugaran rohani.

Lawatan Bisnis Saudara Serumpun

"Rozlan" katanya sembari menjabat tanganku ketika kami bertemu di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, sebetulnya dia tak perlu lagi menyatakan namanya karena aku telah memegang lembaran kertas yang bertuliskan namanya dengan besar. Dia datang untuk urusan bisnis di Jakarta dan aku ditugaskan untuk menjemputnya di bandara. "Masih ada bagasikah encik? tanyaku padanya, dia sedikit mengerenyitkan kening, agaknya berusaha menterjemahkan pertanyaanku padanya

Kamar Mesin Kapal Mesum

Tanjung Priok malam hari, sebagaimana halnya pelabuhan besar di sudut dunia manapun maka pelabuhan ini juga menawarkan kehangatan malam melampiaskan nafsu ngentot berbagai cara, kontol dengan memek, kontol dengan kontol, memek dengan memek, kontol kontol memek, kontol memek memek maupun kontol kontol kontol seperti yang kualami di sebuah kamar mesin kapal mesum yang sedang bersandar di dermaga menunggu waktu bongkar muat. Pelaut muda usia kekar berotot jantan menggelora hormon lelaki tumpah ruah setiap saat sangat membutuhkan saluran untuk melampiaskan desakan birahi setelah bekerja keras seharian dikapal terkadang berhari hari bahkan berminggu minggu pada area yang terbatas dimensinya hanya seukuran kapal, ya hanya seukuran kapal saja, sehingga mereka sangat amat membutuhkan variasi dalam mengeliminasi stress tersebut. Pelabuhanlah tempatnya mereka melepaskan hajat yang terpendam, sehingga wajarlah bila setiap pelabuhan merupakan hot spot disetiap kota.

Pesta Anak Jalanan

Anak jalanan, sebuah fenomena di kota besar di negara terkebelakang seperti negara kita ini, miskin, miskin harta walaupun negeri kaya karena salah urus dan para elite politiknya lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya ketimbang kepentingan bangsa, miskin moral, tidak ada lagi tokoh yang dapat menjadi panutan baik tokoh formal maupun tokoh informal semuanya berlomba menjadi homo caninus, serigala bagi sesama manusia. Demikianlah anak jalanan tumbuh kembang dalam lingkungan chaos, anarkis dan tak ubahnya manusia primitif diberi baju, struggle for life, bukan sekedar kiasan tapi sudah menjadi kenyataan yang sebenarnya karena setiap harinya mereka harus benar benar berjuang agar dapat hidup untuk hari itu dan besok kembali lagi berjuang demikian terus menerus hari demi hari mereka isi dengan perjuangan yang tiada henti atau mati.

Jaga Di Bawah Tenda Semanggi

Di bawah jembatan Semanggi, ada dua buah tenda militer yang sudah terpasang disana sejak lama, sejak angin reformasi diiringi gelombang demonstrasi melanda negeri ini, bergantian regu jaga mendapat tugas untuk berjaga jaga disana bila sesewaktu dianggap perlu maka regu jaga menjadi bertambah banyak bahkan terkadang diikuti panser dan kendaraan anti huru hara parkir disekitar areal tersebut. Pada saat seperti itu sebaiknya anda tidak perlu dekat dekat dengan tenda tersebut karena umumnya para personil militer yang berjaga dalam tegangan tinggi dan temperamental sehingga segala sesuatu yang bukan militer akan dicurigai habis, namun bila situasi sudah dianggap kondusif dan aman maka regu jaga tinggal 1 regu dan sikap mereka lebih bersahabat dapat diajak berkomunikasi bercanda dan dalam suasana relaks.

Instruktur Yang Sadis dan Sedap

Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di periksa juga, sekujur tubuhku diraba angkat tangan menghadap dinding kaki terbuka, sampai ke kontol dan biji pelerku dan lobang pantatku, aku sedikit menggeliat ketika sentuhan tangan jantan petugas menggerayangi daerah sensitif itu karena aku tak memakai CD, everything is clear, ijin masuk diberi dan kemudian diarahkan ke gedung admin, periksa lagi dipintu masuk, barang titipan diperiksa juga, demikian pula kontol biji peler dan lobang pantat diraba lagi dan kemudian ditunjukkan kesuatu ruangan, daftar lagi di resepsionis di ruangan tersebut, tanya lagi, periksa lagi, dan kesemuanya dilakukan ...

Gelapnya Sel Tahanan

"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil tersebut. Kebenaran aku lagi ngluyur tak tentu arah dan sialnya ikut kena garuk aparat tramtib tanpa mau tahu alasan mengapa aku ada disana dan satu satunya yang menjadi alasan adalah karena aku tidak dapat menunjukkan kartu identitas pada malam itu. Ya bagaimana aku dapat menunjukkan kartu identitas, karena aku hanya berniat santai sejenak dengan baju kaos buntung celana volley yang kantongnya jebol tentunya aku tidak dapat membawa dompet yang berisi KTP. Sidang tipiring berlangsung super kilat dan keputusannya aku ditahan sementara sampai besok pagi di ta...

Hasrat Seks di Sasana Tinju

Sasana tinju merupakan tempat favoritku memuaskan pandangan mata mengisi perbendaharaan fantasi seorang homo tulen seperti diriku, tempat dimana sekelompok lelaki muda kekar berbentuk segitiga abis berotot ketat kenyal dada bidang dengan otot dada menggelembung dihiasi pentil yang melenting perut rata berotot six pack kaya papan cucian pinggang ramping dengan daging buah pantat yang padat kenyal menggugah selera dilatih secara spartan siang malam tanpa mengenal lelah, latihan fisik makanan sehat bergizi usia muda, semuanya melengkapi segala aspek yang menitikkan liur setiap penggemar dan pemuja kontol.

Gelapnya Sel Tahanan

"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil tersebut. Kebenaran aku lagi ngluyur tak tentu arah dan sialnya ikut kena garuk aparat tramtib tanpa mau tahu alasan mengapa aku ada disana dan satu satunya yang menjadi alasan adalah karena aku tidak dapat menunjukkan kartu identitas pada malam itu. Ya bagaimana aku dapat menunjukkan kartu identitas, karena aku hanya berniat santai sejenak dengan baju kaos buntung celana volley yang kantongnya jebol tentunya aku tidak dapat membawa dompet yang berisi KTP.

Fuck Me If You Can

Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana saja, di jalanan, di taman, di sekolahan, di tempat publik lainnya maupun di tempat pribadi seperti di rumah, tempat kost atau di dalam goa hantu sekalipun.

Dinas Luar

"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama,  Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar dengan pinggang sangat ramping namun kokoh, berbaju seragam polisi sangat ketat ngepas ditubuhnya mencetak setiap tonjolan dan lekuk tubuh lelaki jantan perkasa. Wajahnya tegas dengan mata tajam rahang menonjol dan alamak sekitar bibirnya yang tipis dan dagunya berwarna kehijauan bekas cukuran, otot lengan atas gede ketat terbalut seragam demikian pula otot pahanya arrggh membuat aku hampir nggak tahan diri untuk segera menghambur keselangkangannya karena tonjolan kontol dan buah pelernya begitu menggoda gede menggunduk diantara dua paha kekar, nasibnya saja hanya menjadi prajurit di kepolisian kalau tongkrongan...

Cenderamata Bernilai Erotik

Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun mempunyai kekuatan tersendiri dalam membangkitkan gairah seks aku secara seketika, mungkin juga karena ingatan akan sejarah benda tersebut ketika aku mengalami kenikmatan seksual yang tiada tara yang membuat memori syaraf di otakku kembali bergetar dan mengirimkan sinyal erotik ke sekujur tubuhku terutama ke kontolku yang jalang ini.

Berlumuran Pejuh di KRL

Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman tersebut akan menambah perbendaharaan fantasiku ketika aku ngloco sendiri maupun ngloco bareng dan akan menambah dahsyatnya muncratan pejuhku.

Aktualisasi Seorang Gay

Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening berkerut bahkan meludahi atau bahkan memakiku, keduanya membuat aku mendapatkan kepuasan yang optimal.

Kuli Serabutan, Ngejoss Banget

Setelah beberapa saat aku berada telanjang bulat diantara pelukan dua kuli serabutan yang baru saja menumpahkan pejuh kedalam mulut dan kedalam lobang pantatku, perutku mulai keroncongan. Maklumlah banyak sudah energi yang keluar apalagi diluar udara dingin dengan tiupan angin mengiringi hujan petir yang belum juga berhenti dari tadi membasahi bumi Jakarta, aku bangkit menuju pojokan dapur masih didalam kamar kostku sambil mematikan komputer yang masih dalam keadaan on padahal tayangan hasil downloadku udah entah berapa lama habis tak aku perhatikan.

Kuli Serabutan, Paling Bokis Deh

Dua orang kuli memanggul peralatan galian berjalan di depan kamar kostku, ditengah hujan deras yang melanda Jakarta. Mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain ditengah hujan lebat, entah apa yang mereka bicarakan namun kelihatan mereka sangat happy dan yang jelas kontol mereka berdua tampak ngaceng berat tercetak dengan tegas dibalik pakaian mereka yang basah kuyup itu. Aku sendiripun lagi ngaceng berat karena udara dingin ditambah lagi tayangan free gay movies yang lagi aku download dari internet di komputerku, dengan hanya memakai boxer pendek warna putih kesayanganku karena selain kainnya lembut merangsang ketika bergesekan dengan kepala kontolku juga tipis membayang... akh sempurna untuk seorang homo fetish seperti diriku, tanpa memakai baju aku keluar ke beranda kamar kost. Kedua kuli itu masih juga bercanda satu sama lain ditengah hujan deras dan aku memanggil mereka "Masuk kemari mas, berteduh!"

Kuli Gurandil, Permainan Brutal

Kebrutalan di lokasi penambangan emas liar merupakan kisah lama yang selalu berulang dari abad ke abad sepanjang tragedi kehidupan manusia. Pengasapan lobang penggalian hingga berakhir dengan kematian para gurandil merupakan hal yang dianggap lumrah saja oleh karena persaingan antar kelompok yang sama rakus sama tamak sama biadab sehingga nyawa manusia tak lebih sama saja dengan nyawa tikus got yang mati bergelimpangan ketika lobangnya diasapi... demikian pula dengan permainan seks mereka, tak ada norma sama sekali yang kuat dapat saja memperlakukan yang lemah sekehendak hati dalam memuaskan fantasi seks, semua sah sah saja.

Kuli Gurandil, Haus Seks

Seperti yang telah aku ceritakan terdahulu bahwa di lokasi penambangan emas liar banyak sekali fihak yang berkepentingan, menangguk keuntungan dari keboborokan sistem negeri brengsek ini dengan segala tipu daya dan muslihat menjungkir balikkan logika akal sehat, memeras tenaga gurandil sampai kering kerontang tak meninggalkan bekas apapun untuk kemajuan mereka apalagi untuk kemajuan masyarakat daerah yang telah luluh lantak di eksploitasi.

Kuli Gurandil, Swarga Kaum Gay

Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay, kaum homo jahanam pemuja kontol lelaki tegap perkasa seperti diriku.

Kuli Logging Lebih Dahsyat

Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan apakah masih layak untuk diteruskan atau ditutup. Akhirnya sampai juga kami ke lokasi yang dituju, ada sebuah bangunan kayu yang disebut sebagai kantor merangkap mess bagi staf perusahaan yang dikelilingi oleh barak pekerja yang kumuh dan lapanagan tempat penimbunan kayu hasil tebangan serta lapangan tempat parkir alat berat. Kedua staf segera menuju kantor, sopir kami memutuskan untuk istirahat melepaskan lelah di dalam mobil sedangkan aku hanya seorang pembantu umum tidak mempunyai jabatan hanya dapat bengong saja ditengah hutan, sehingga akhirnya kuputuskan untuk berjalan jalan sambil mel...