Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di periksa juga, sekujur tubuhku diraba angkat tangan menghadap dinding kaki terbuka, sampai ke kontol dan biji pelerku dan lobang pantatku, aku sedikit menggeliat ketika sentuhan tangan jantan petugas menggerayangi daerah sensitif itu karena aku tak memakai CD, everything is clear, ijin masuk diberi dan kemudian diarahkan ke gedung admin, periksa lagi dipintu masuk, barang titipan diperiksa juga, demikian pula kontol biji peler dan lobang pantat diraba lagi dan kemudian ditunjukkan kesuatu ruangan, daftar lagi di resepsionis di ruangan tersebut, tanya lagi, periksa lagi, dan kesemuanya dilakukan ...