Postingan

Menampilkan postingan dari 2004

Randra dan Gery, Kakak Adik Asyik #2

You know, ternyata dunia kerja tidak semenyenangkan yang saya kira. Belum seminggu saya bekerja, sudah kurang lebih tiga puluh map yang saya bawa bolak-balik rumah dan kantor. Sampai dua hari yang lalu saya bisa menghitung sampai 27, tetapi sekarang saya hanya bisa mengira-ngira, pokoknya kurang lebih tiga puluh. Sungguh. Sangat. Merepotkan. Jadilah saya duduk di belakang meja tulis, melihat malas ke arah laptop yang, duh, membuat mata saya semakin perih. Jika melihat satu buah map lagi, saya yakin saya akan mengeluarkan isi perut "“ lewat mulut. Saya benar-benar butuh hiburan. Hmmm...

Randra dan Gery, Kakak Adik Asyik

Dua hari setelah birthday-bash kemarin, Mark, Gary dan saya kembali bertemu untuk makan malam. Setelah ngobrol kesana kemari seputar segalanya, Mark dengan muka yang berubah serius bertanya kepada kami berdua. "Ehm, sorry ya, tapi gue harus tanya sama kalian berdua.", saya dan Gary saling pandang, lalu mencondongkan badan sedikit ke depan, ingin tahu kenapa pertanyaan Mark sepertinya sangat serius. "Bener ya, yang kemarin Cella bilang ke gue?", nadanya seperti malu-malu, tetapi tetap mau tahu. "Ha? Cella siapa? Bilang apa?", Gary.

Aku Dan Supir Supir Truk

Sering sekali aku berkhayal kontol-kontol supir truk yang terkenal suka "jajan" itu nancep di lobangku, terkadang kalau aku sedang berada di jalan dan melihat mereka suka kencing di pinggir jalan dengan kontol terlihat kemana-mana rasanya pengen aku samperin dan aku emut, sayangnya aku nggak punya keberanian itu. Aku sama sekali nggak nyangka bahwa semua keinginanku ini terwujud. Hari sabtu yang menyebalkan, seharusnya semalem aku bisa pesta pora ngocok kontolku sambil nonton VCD gay yang kubawa dengan fantasi-fantasi liarku saat menatap kontol-kontol bule yang gede-gede itu. Tapi dasar sial, keluarga kakak ayahku datang dan menginap di rumah, dan karena kamar di rumahku tidak terlalu banyak jadi terpaksa kakak sepupu tidur di kamarku, batal deh.

Dino dan Donny, Rajutan Benang Asmara

Mimpi mimpi buruk tentang penyiksaan dan menyiksa, tentang penderitaan dan menderita mengisi hari hari pertama Dino dan juga Donny yang sedang terkapar terbaring sepi di ranjang RS. Semacam illusi ataukah halusinasi mereka mengisi ruang fikiran dengan luapan dendam amarah dialam bawah sadar, naik membuncah dalam bentuk mimpi buruk dan selalu berakhir dengan ngaceng tegak menjulangnya kontol gede mereka yang berurat dan muncrat.. muncraaat... muncraaaaat. Kembali tertidur yang dalam puas lelah letih menghadapi kenyataan terpisahnya dua sahabat karib senasib sepenanggungan berubah rupa menjadi dua seteru yang terbakar menyala akan dendam membara walaupun jauh dilubuk hati yang paling dalam masih ada setitik kecil noktah nyala api cinta yang masih belum terpadamkan, first love never end.

Dino dan Donny, Quo Vadis, Siapakah Aku

Quo Vadis - Siapakah Aku, memang menjadi pertanyaan yang sangat mendasar bagi setiap pribadi gay - homoseksual sejati, dan pertanyaan yang sama pula selau menggelayut di benak Dino maupun Donny. Siapakah aku, mengapa aku begini, kenapa berbeda orientasi seks dibanding masyarakat umum lain, untuk apa aku dilahirkan kalau hal tersebut memang tidak diperbolehkan, bagaimana semua ini dapat terjadi padahal kalau dapatlah memilih tentunya akan jatuh pilihan kepada pola hidup "normal" yang diterima masyarakat, seribu satu pertanyaan namun belum satupun jawaban.

Dino dan Donny, Percikan Api Prahara

Perusahaan orang tua Dino gagal merebut peluang projek pemerintah yang bernilai ribuan dollar tersebut demikian pula perusahaan orang tua Donny karena persaingan bisnis demikian tajam belum lagi korupsi kolusi dan nepotisme dikalangan pemerintahan belum banyak berubah walaupun era reformasi sudah dicanangkan. Kayanya hanya sebatas jargon dan ungkapan klise, enyahkan korupsi enyahkan kolusi enyahkan nepotisme tapi bila hal tersebut sebatas untuk orang lain, bila mengenai diri para pejabat maka hal tersebut kelihatannya tidak berlaku, tiba dimata dipicingkan tiba diperut dikempiskan. Jadi kedepan kelihatannya masih sama saja bahkan dibeberapa sektor kondisi semakin parah lagi, semakin banyak orang yang bermain dalam kerakusan menghabiskan sumber daya alam sumber daya manusia di negeri yang tercinta yang konon gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja ini. Percikan api prahara dalam kehidupan anak bangsa telah terjadi didepan mata.

Dino dan Donny, Oh Alangkah Indahnya

Pergulatan anak manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia ini terkadang sangat menakjubkan. Banyak hal yang tidak terduga sebelumnya dapat saja terjadi begitu saja sehingga bila semata memakai akal sehat tentu saja kita tak dapat menerimanya begitu saja. Sinergi sangat diharapkan dalam kehidupan antar manusia agar dari waktu ke waktu dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi, namun tak pelak pula dijumpai kondisi yang berbeda semacam antinergi bahkan sampai ke tahap anergi sehingga upaya yang harus dilakukan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan semakin memerlukan energi dalam yang lebih besar pula dan waktu untuk mencapai tujuan menjadi lebih lama, bahkan berbilang tahun dan mungkin tak tercapai hingga akhir hayat anak manusia tersebut. Namun itulah kehidupan, sebagian dapat diramalkan ( predictable ) dan sebagian lagi tak dapat diramalkan ( unpredictable ) yang melahirkan semacam romansa kehidupan anak manusia. 

Nonton Kuli Ngeloco

Kantorku berada di tingkat 2, sebuah perusahaan jasa kurir, sedangkan lantai bawah merupakan gudang tempat simpan segala macam barang yang akan diantarkan baik didalam kota maupun yang akan dikirim ke luar kota. Setiap harinya dari pagi hingga larut malam, selalu saja ada kegiatan antar jemput barang sesuai dengan permintaan pelanggan. Apalagi servis sampai dalam 1 hari sesuai dengan motto perusahaan membuat kegiatan seakan tidak pernah berhenti di perusahaan ini bahkan dihari libur sekalipun seperti hari ini, hari Minggu, aku masih saja berada di kantor mengawasi kegiatan jasa kurir tersebut. Untungnya aku tak direcoki dengan urusan rumah tangga urusan istri yang merengek minta jatah perhatian, ya bagaimana dapat punya istri orang seperti diriku yang tak doyan memek, mungkin saja suatu hari aku akan beristri sepanjang istriku itu punya kontol, tapi mungkinkah ?

Merogoh Kontol Remaja

Hari Senin pagi, kesibukan sudah dimulai sehabis fajar di ibukota, Jakarta. Semua orang keluar dari rumah menuju tempat kerjanya masing masing bagaikan anai anai keluar dari sarang, membuat kemacetan lalu lintas sudah menjadi pemandangan biasa, bus kota penuh sesak sudah menjadi pemandangan biasa, kereta api penuh sesak sampai ke atap gerbong sudah menjadi pemandangan biasa, sehingga semua orang menjadi apatis tak perduli lagi dengan urusan orang lain, egois, yang penting dapat mencapai tempat tujuan untuk memulai hari baru setelah istirahat akhir pekan.

Moksa ke Nirwana Bersama A Wie

Pusat kebugaran, fitness centre, merupakan salah satu tempat rendevouz kaum homo gay pecinta sejenis doyan kontol seperti aku ini, kesanalah setiap hari senggang aku menghabiskan waktu selain untuk melatih otot dan kebugaran jasmani juga untuk melihat bahkan mendapatkan kontol untuk kebugaran rohani.

Lawatan Bisnis Saudara Serumpun

"Rozlan" katanya sembari menjabat tanganku ketika kami bertemu di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, sebetulnya dia tak perlu lagi menyatakan namanya karena aku telah memegang lembaran kertas yang bertuliskan namanya dengan besar. Dia datang untuk urusan bisnis di Jakarta dan aku ditugaskan untuk menjemputnya di bandara. "Masih ada bagasikah encik? tanyaku padanya, dia sedikit mengerenyitkan kening, agaknya berusaha menterjemahkan pertanyaanku padanya

Kamar Mesin Kapal Mesum

Tanjung Priok malam hari, sebagaimana halnya pelabuhan besar di sudut dunia manapun maka pelabuhan ini juga menawarkan kehangatan malam melampiaskan nafsu ngentot berbagai cara, kontol dengan memek, kontol dengan kontol, memek dengan memek, kontol kontol memek, kontol memek memek maupun kontol kontol kontol seperti yang kualami di sebuah kamar mesin kapal mesum yang sedang bersandar di dermaga menunggu waktu bongkar muat. Pelaut muda usia kekar berotot jantan menggelora hormon lelaki tumpah ruah setiap saat sangat membutuhkan saluran untuk melampiaskan desakan birahi setelah bekerja keras seharian dikapal terkadang berhari hari bahkan berminggu minggu pada area yang terbatas dimensinya hanya seukuran kapal, ya hanya seukuran kapal saja, sehingga mereka sangat amat membutuhkan variasi dalam mengeliminasi stress tersebut. Pelabuhanlah tempatnya mereka melepaskan hajat yang terpendam, sehingga wajarlah bila setiap pelabuhan merupakan hot spot disetiap kota.

Pesta Anak Jalanan

Anak jalanan, sebuah fenomena di kota besar di negara terkebelakang seperti negara kita ini, miskin, miskin harta walaupun negeri kaya karena salah urus dan para elite politiknya lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya ketimbang kepentingan bangsa, miskin moral, tidak ada lagi tokoh yang dapat menjadi panutan baik tokoh formal maupun tokoh informal semuanya berlomba menjadi homo caninus, serigala bagi sesama manusia. Demikianlah anak jalanan tumbuh kembang dalam lingkungan chaos, anarkis dan tak ubahnya manusia primitif diberi baju, struggle for life, bukan sekedar kiasan tapi sudah menjadi kenyataan yang sebenarnya karena setiap harinya mereka harus benar benar berjuang agar dapat hidup untuk hari itu dan besok kembali lagi berjuang demikian terus menerus hari demi hari mereka isi dengan perjuangan yang tiada henti atau mati.

Jaga Di Bawah Tenda Semanggi

Di bawah jembatan Semanggi, ada dua buah tenda militer yang sudah terpasang disana sejak lama, sejak angin reformasi diiringi gelombang demonstrasi melanda negeri ini, bergantian regu jaga mendapat tugas untuk berjaga jaga disana bila sesewaktu dianggap perlu maka regu jaga menjadi bertambah banyak bahkan terkadang diikuti panser dan kendaraan anti huru hara parkir disekitar areal tersebut. Pada saat seperti itu sebaiknya anda tidak perlu dekat dekat dengan tenda tersebut karena umumnya para personil militer yang berjaga dalam tegangan tinggi dan temperamental sehingga segala sesuatu yang bukan militer akan dicurigai habis, namun bila situasi sudah dianggap kondusif dan aman maka regu jaga tinggal 1 regu dan sikap mereka lebih bersahabat dapat diajak berkomunikasi bercanda dan dalam suasana relaks.

Instruktur Yang Sadis dan Sedap

Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di periksa juga, sekujur tubuhku diraba angkat tangan menghadap dinding kaki terbuka, sampai ke kontol dan biji pelerku dan lobang pantatku, aku sedikit menggeliat ketika sentuhan tangan jantan petugas menggerayangi daerah sensitif itu karena aku tak memakai CD, everything is clear, ijin masuk diberi dan kemudian diarahkan ke gedung admin, periksa lagi dipintu masuk, barang titipan diperiksa juga, demikian pula kontol biji peler dan lobang pantat diraba lagi dan kemudian ditunjukkan kesuatu ruangan, daftar lagi di resepsionis di ruangan tersebut, tanya lagi, periksa lagi, dan kesemuanya dilakukan ...

Gelapnya Sel Tahanan

"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil tersebut. Kebenaran aku lagi ngluyur tak tentu arah dan sialnya ikut kena garuk aparat tramtib tanpa mau tahu alasan mengapa aku ada disana dan satu satunya yang menjadi alasan adalah karena aku tidak dapat menunjukkan kartu identitas pada malam itu. Ya bagaimana aku dapat menunjukkan kartu identitas, karena aku hanya berniat santai sejenak dengan baju kaos buntung celana volley yang kantongnya jebol tentunya aku tidak dapat membawa dompet yang berisi KTP. Sidang tipiring berlangsung super kilat dan keputusannya aku ditahan sementara sampai besok pagi di ta...

Hasrat Seks di Sasana Tinju

Sasana tinju merupakan tempat favoritku memuaskan pandangan mata mengisi perbendaharaan fantasi seorang homo tulen seperti diriku, tempat dimana sekelompok lelaki muda kekar berbentuk segitiga abis berotot ketat kenyal dada bidang dengan otot dada menggelembung dihiasi pentil yang melenting perut rata berotot six pack kaya papan cucian pinggang ramping dengan daging buah pantat yang padat kenyal menggugah selera dilatih secara spartan siang malam tanpa mengenal lelah, latihan fisik makanan sehat bergizi usia muda, semuanya melengkapi segala aspek yang menitikkan liur setiap penggemar dan pemuja kontol.

Gelapnya Sel Tahanan

"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil tersebut. Kebenaran aku lagi ngluyur tak tentu arah dan sialnya ikut kena garuk aparat tramtib tanpa mau tahu alasan mengapa aku ada disana dan satu satunya yang menjadi alasan adalah karena aku tidak dapat menunjukkan kartu identitas pada malam itu. Ya bagaimana aku dapat menunjukkan kartu identitas, karena aku hanya berniat santai sejenak dengan baju kaos buntung celana volley yang kantongnya jebol tentunya aku tidak dapat membawa dompet yang berisi KTP.

Fuck Me If You Can

Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana saja, di jalanan, di taman, di sekolahan, di tempat publik lainnya maupun di tempat pribadi seperti di rumah, tempat kost atau di dalam goa hantu sekalipun.

Dinas Luar

"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama,  Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar dengan pinggang sangat ramping namun kokoh, berbaju seragam polisi sangat ketat ngepas ditubuhnya mencetak setiap tonjolan dan lekuk tubuh lelaki jantan perkasa. Wajahnya tegas dengan mata tajam rahang menonjol dan alamak sekitar bibirnya yang tipis dan dagunya berwarna kehijauan bekas cukuran, otot lengan atas gede ketat terbalut seragam demikian pula otot pahanya arrggh membuat aku hampir nggak tahan diri untuk segera menghambur keselangkangannya karena tonjolan kontol dan buah pelernya begitu menggoda gede menggunduk diantara dua paha kekar, nasibnya saja hanya menjadi prajurit di kepolisian kalau tongkrongan...

Cenderamata Bernilai Erotik

Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun mempunyai kekuatan tersendiri dalam membangkitkan gairah seks aku secara seketika, mungkin juga karena ingatan akan sejarah benda tersebut ketika aku mengalami kenikmatan seksual yang tiada tara yang membuat memori syaraf di otakku kembali bergetar dan mengirimkan sinyal erotik ke sekujur tubuhku terutama ke kontolku yang jalang ini.

Berlumuran Pejuh di KRL

Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman tersebut akan menambah perbendaharaan fantasiku ketika aku ngloco sendiri maupun ngloco bareng dan akan menambah dahsyatnya muncratan pejuhku.

Aktualisasi Seorang Gay

Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening berkerut bahkan meludahi atau bahkan memakiku, keduanya membuat aku mendapatkan kepuasan yang optimal.

Kuli Serabutan, Ngejoss Banget

Setelah beberapa saat aku berada telanjang bulat diantara pelukan dua kuli serabutan yang baru saja menumpahkan pejuh kedalam mulut dan kedalam lobang pantatku, perutku mulai keroncongan. Maklumlah banyak sudah energi yang keluar apalagi diluar udara dingin dengan tiupan angin mengiringi hujan petir yang belum juga berhenti dari tadi membasahi bumi Jakarta, aku bangkit menuju pojokan dapur masih didalam kamar kostku sambil mematikan komputer yang masih dalam keadaan on padahal tayangan hasil downloadku udah entah berapa lama habis tak aku perhatikan.

Kuli Serabutan, Paling Bokis Deh

Dua orang kuli memanggul peralatan galian berjalan di depan kamar kostku, ditengah hujan deras yang melanda Jakarta. Mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain ditengah hujan lebat, entah apa yang mereka bicarakan namun kelihatan mereka sangat happy dan yang jelas kontol mereka berdua tampak ngaceng berat tercetak dengan tegas dibalik pakaian mereka yang basah kuyup itu. Aku sendiripun lagi ngaceng berat karena udara dingin ditambah lagi tayangan free gay movies yang lagi aku download dari internet di komputerku, dengan hanya memakai boxer pendek warna putih kesayanganku karena selain kainnya lembut merangsang ketika bergesekan dengan kepala kontolku juga tipis membayang... akh sempurna untuk seorang homo fetish seperti diriku, tanpa memakai baju aku keluar ke beranda kamar kost. Kedua kuli itu masih juga bercanda satu sama lain ditengah hujan deras dan aku memanggil mereka "Masuk kemari mas, berteduh!"

Kuli Gurandil, Permainan Brutal

Kebrutalan di lokasi penambangan emas liar merupakan kisah lama yang selalu berulang dari abad ke abad sepanjang tragedi kehidupan manusia. Pengasapan lobang penggalian hingga berakhir dengan kematian para gurandil merupakan hal yang dianggap lumrah saja oleh karena persaingan antar kelompok yang sama rakus sama tamak sama biadab sehingga nyawa manusia tak lebih sama saja dengan nyawa tikus got yang mati bergelimpangan ketika lobangnya diasapi... demikian pula dengan permainan seks mereka, tak ada norma sama sekali yang kuat dapat saja memperlakukan yang lemah sekehendak hati dalam memuaskan fantasi seks, semua sah sah saja.

Kuli Gurandil, Haus Seks

Seperti yang telah aku ceritakan terdahulu bahwa di lokasi penambangan emas liar banyak sekali fihak yang berkepentingan, menangguk keuntungan dari keboborokan sistem negeri brengsek ini dengan segala tipu daya dan muslihat menjungkir balikkan logika akal sehat, memeras tenaga gurandil sampai kering kerontang tak meninggalkan bekas apapun untuk kemajuan mereka apalagi untuk kemajuan masyarakat daerah yang telah luluh lantak di eksploitasi.

Kuli Gurandil, Swarga Kaum Gay

Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay, kaum homo jahanam pemuja kontol lelaki tegap perkasa seperti diriku.

Kuli Logging Lebih Dahsyat

Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan apakah masih layak untuk diteruskan atau ditutup. Akhirnya sampai juga kami ke lokasi yang dituju, ada sebuah bangunan kayu yang disebut sebagai kantor merangkap mess bagi staf perusahaan yang dikelilingi oleh barak pekerja yang kumuh dan lapanagan tempat penimbunan kayu hasil tebangan serta lapangan tempat parkir alat berat. Kedua staf segera menuju kantor, sopir kami memutuskan untuk istirahat melepaskan lelah di dalam mobil sedangkan aku hanya seorang pembantu umum tidak mempunyai jabatan hanya dapat bengong saja ditengah hutan, sehingga akhirnya kuputuskan untuk berjalan jalan sambil mel...

Kuli Proyek Nonton Bioskop

Malam itu film India ditayangkan di bioskop tersebut, tak banyak lagi peminat bioskop semenjak sarana hiburan telah masuk langsung ke ruang tamu masing masing keluarga berupa TV, VCD maupun DVD. Hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu di lobby sederhana bioskop tersebut menunggu loket karcis buka, termasuk aku yang sengaja datang ke bioskop tersebut untuk menyalurkan hobbyku menyedot kontol penonton yang memang datang dengan alasan yang sedikit berbeda yaitu kontolnya minta disedot, klop sudah. Dari penampilan pengunjung tampak umumnya laki laki berasal dari kelas bawah, tak perduli dengan penampilan, berpakaian seadanya, sendal jepit, tak ada bau parfum yang menyengat, kaos oblong lusuh atau baju terbuka dua atau tiga kancing atas telah lepas, celana pendek maupun panjang dengan robekan disana sini, pokoknya betul betul menggugah selera homo jahanamku, karena aku tahu pasti lebih dari 80% dari mereka pastilah tidak memakai celana dalam karena sudah menjadi kebiasaan kalangan pek...

Kuli Gudang Dolog

Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku melihat para kuli itu bekerja membuat aku melangkah masuk keareal gudang tersebut dengan perlahan dan mencari tempat bernaung dari teriknya matahari sore dibawah selasar gudang tersebut.