Keratan Kulup Yang Disentakkan Membuat Gelinjang Kaget dan Kesakitan.

HOBI MENGHAJAR

Jeremy adalah sahabatku sejak aku masih di SLTP [SMP]. Ketika aku kembali dari Amerika ke tanah kelahiranku aku dapati Jeremy sudah jadi komandan suatu kesatuan militer. Waktu aku akan berangkat ke Amerika untuk kuliah memang aku dengar Jeremy mendaftar untuk masuk suatu pendidikan militer. Rupanya waktu aku kembali Jeremy sudah lumayan juga kariernya.

Sahabatku itu sering cerita bahwa dia ditakuti anak buahnya, sedangkan menurut Dokter [ Dr. ] Jonathan yang adalah juga seorang perwira di kesatuan Jeremy,mengatakan bahwa Jeremy disegani oleh anak buahnya.Tentu saja ditakuti tidak sama dengan disegani.

Aku cenderung menganggap bahwa Jeremy ditakuti oleh anak buahnya, karena Jeremy sering cerita bahwa dia selalu bertindak keras dan kejam pada anak buahnya. Bahkan Jeremy suka sekali mengguna-kan "alat disiplin" yang tidak lain adalah alat penyiksa. Alat disiplin favoritnya adalah rotan dan cemeti. Selain itu dalam daftar inventaris alat disiplin di kesatuan yang dipimpinnya ada alat disiplin lain, yaitu : penyengat listrik, solder listrik sebagai ganti besi panas dan juga alat-alat penjepit bagian tubuh,seperti:penjepit jari, penjepit puting susu, dan penjepit kulup[foreskin].

Jeremy menganut prinsip : "Berikan hukuman apa saja asal jangan sampai cacat dan mati saja". Oleh karena itu komandan bawahannya jadi leluasa menegakkan disiplin pada anak buahnya dengan cara menerapkan berbagai hukuman yang sadis dan kejam tetapi tidak mengakibatkan cacat atau kematian.

Menurut Jeremy,luka parut akibat lecutan cemeti yang terjadi karena kulit tubuh luka lecet akibat dicambuk dengan cemeti - BUKAN CACAT dan tidak dianggap cacat.

Yang dimaksud dengan cacat adalah cedera anggota badan dan alat panca indera yang menetap. Oleh sebab itu komandan bawahan Jeremy[dan juga Jeremy sendiri] sangat leluasa melakukan CEPRAT!CEPRET! menghajar anak buahnya dengan cemeti jika mereka melakukan suatu kekeliruan atau suatu pelanggaran aturan,baik yang besar atau yang yang kecil dan yang sengaja atau tidak sengaja!! Tentu saja Jeremy belajar tentang menghajar anak buah dari sekolah militernya. Waktu Jeremy jadi kadet [taruna] yunior,dia dan teman-temannya satu angkatan sudah biasa dihajar oleh kadet senior-nya. Begitu juga ketika Jeremy jadi kadet senior dia juga meniru senior sebelumnya untuk menghajar yuniornya. Kebetulan Jeremy memang suka sekali menyakiti dan menghajar sesama jenis.Dia mendapat kenikmatan dari perbuatan sadisnya itu!Boleh jadi kontolnya juga ngaceng waktu dia menghajar yunior -nya atau saat dia menghajar anak buahnya ketika dia sudah jadi perwira efektif.

Kesukaan menghajar anak buahnya mendapat excuse dan juga dianggap sah-sah saja oleh Jeremy dengan alasan tentara memang disiapkan untuk melawan musuh :"membunuh atau dibunuh".Karena itu mereka harus dididik dan dilatih dengan KERASS [!] dan dengan KEKERASAN [!],tidak boleh dibiarkan lunak, lembek, apalagi kebanci-bancian! Untuk itu hanya pecutlah [cambuk, cemeti] yang paling tepat untuk dipilih jadi "alat disiplin"!

Menurut Jeremy, pengalaman di Sparta pada zaman Yunani Kuno membuktikan bahwa dengan pencambukan yang kejam dan sering yang dimulai sejak anak laki-laki berusia tujuh tahun menjadikan tentara Sparta kuat tangguh[tanggap,tanggon,trengginas!]. Pendidikan militer di Sparta dimulai sejak umur tujuh tahun.Bahkan di Sparta setiap tahun diada-kan ujian ketahanan [endurance test] bagi semua anak laki-laki.

Caranya sangat praktis dan sederhana,yaitu para anak laki-laki umur tujuh sampai dua belas tahun di Sparta, dikumpulkan kemudian mereka disuruh telanjang bulat di Podium Dewi Artemis Ortia dan secara bergantian dicambuki dengan KERAS! dan KEJAM! oleh seorang algojo[budak laki-laki] yang amat berotot. Anak laki-laki yang kuat fisiknya akan sanggup merasakan siksaan yang luar biasa kejamnya itu, tapi anak laki-laki yang lembek dan tidak kuat,tak jarang ada yang sampai mati akibat dicambuk keterlaluan! Cerita tentang endurance test atau ujian ketahanan di Sparta ini merupakan cerita favorit Jeremy! Obsesi Jeremy adalah anak buahnya terbentuk jadi tentara tangguh seperti tentara Sparta yang tahan hajar, tahan siksa, dan tahan menderita! Ta'i! Jeremy begitu "mencintai" cemeti sehingga tongkat komandonya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai cemeti.Jeremy juga sering menggunakan tongkat komandonya untuk menghajar anak buahnya pada waktu dia melakukan inspeksi. Jika dia menemukan kesalahan atau kekeliruan,baik kecil atau besar,baik sengaja atau tidak sengaja. Kata Jeremy kepadaku suatu kali :

"Pokoknya setiap ada penyimpangan atau kesalahan harus selalu ada yang dicambuk"

Tongkat komandonya itu mempunyai tutup dan jika tutupnya dibuka maka di dalamnya ada semacam ekor yang jika dilecutkan ke tubuh anak buahnya akan terasa amat nyeri dan pedih dan dijamin pasti akan membiaskan biru,lembam,dan lecet berdarah!Apalagi Jeremy selalu mengayunkan cemeti dengan sekuat tenaganya.Padahal dia rajin latihan beban dan latihan karate! Jeremy pernah berkata :

"Kalau aku mencambuk harus sampai berdarah! Kalau tidak berdarah, itu belum mencambuk namanya!"

Jeremy mengucapkan kata-kata sialan itu sambil wajah tampannya tersenyum sadis!Kemudian Jeremy mengayunkan cemetinya ke lantai dengan keras dan menimbulkan suara CETARR! Bunyinya seperti suara letusan pistol!Beberapa anak buahnya yang ada di situ aku lihat ada yang menggigil ketakutan.Lalu samar-samar aku mencium bau pejuh. Mungkin anak buahnya ada yang ngecret karena stress ketakutan! HOBI MENYUNAT

Selain Jeremy gemar sekali menghajar anak buah-nya dengan cambuk,Jeremy juga suka sekali melihat orang tampak kesakitan sewaktu disunat.Oleh sebab itu Jeremy juga membuat aturan bahwa semua anak buahnya harus sunat dan pola sunatnya harus ketat - high and tight! Anak buahnya yang sudah sunat tapi ternyata sunatnya belum high and tight wajib disunat ulang!Jeremy menerapkan prinsip :"Lelaki yang tidak sunat bukan laki-laki!".

Untuk hobi gila yang satu ini Jeremy bekerjasama dengan dokter kesatuannya: Dokter Jonathan, yang juga punya dorongan sadis seperti Jeremy komandan -nya.

Dr.Jonathan selalu melaksanakan perintah komandan -nya dengan patuh.Atas perintah komandannya Dr. Jonathan akan menentukan apakah seorang anggota kesatuan yang bru masuk harus disunat ulang atau tidak. Yang ditentukan oleh Dr. Jonathan adalah apakah ada sisa kulup yang masih bisa digunting atau tidak. Jadi bukan apakah anggota baru itu perlu disunat lagi atau tidak!Pernah terjadi ada anggota baru yang sebetulnya kulupnya sudah tidak bersisa lagi.

Tapi karena anggota baru itu tampan dan tubuhnya bagus serta kontolnya besar, maka Jeremy ingin melihat reaksi anggota baru itu waktu kulupnya digunting tanpa anesthesi. Maka terpaksalah Dr. Jonathan hanya melukai sisa-sisa kulup itu tanpa anesthesi.Anggota baru itu pun tampak menggeliat kesakitan.Jeremy suka sekali melihat tentara muda berwajah tampan,bertubuh atletis,berkontol besar menggeliat kesakitan karena kulit bekas sisa-sisa kulupnya dilukai!

Ada juga anggota baru yang sudah sunat tapi masih ada sisa-sisa kulupnya yang masih bisa dipotong. Rupanya Dr.Jonathan memotong sisi-kulup itu agak terlalu banyak. Sehingga ketika anggota baru itu sudah sembuh,ketika dia ngaceng, tidak cukup ada kulit kontol yang bisa mengakomodasi membesar dan memanjangnya kontol waktu sedang ngaceng, akibat-nya anggota sialan itu merasa sakit di kontolnya setiap kali dia ngaceng. Anggota itu menyampai-kan keluhannya pada Dr.Jonathan dan hanya dijawab pendek oelh Dr. Jonathan:

"Kamu tentara dan kamu laki-laki.Kamu harus tahan sakit!". Jika ada anggota baru yang belum sunat, maka dia akan jadi "makanan" empuk Jeremy. Setiap anggota datang melapor pada Jeremy maka anggota baru itu langsung diperiksa kesehatannya.Jika anggota baru itu belum sunat maka selsai diperiksa kesehatan -nya, anggota baru itu langsung dibawa ke kamar siksa untuk disunat.

Memang sengaja dibuat oleh Jeremy agar penyunatan dilakukan bukan di klinik tapi di kamar siksa. Sebab, ada juga anak buah yang disunat sekedar untuk menyakitinya.Sebagai bagian hukuman karena anggota itu melakukan pelanggaran berat. Setelah disunat, dalam keadaan anggota itu masih sangat kesakitan, dia lalu diberi siksaan-siksaan kejam sebagai hukuman "yang sesungguhnya".Jeremy juga selalu hadir di kamar siksa itu kalau ada anggota baru yang akan disunat atau harus disunat ulang! Anggota yang akan disunat harus telanjang bulat, dalam posisi setengah duduk dengan kedua tangan ke atas dan diborgolkan ke gelang-gelang besi yang sudah dipasang di dinding kamar siksa itu.

Kedua pergelangan kakinya juga diborgol ke ujung tempat tidur besi itu dan pinggangnya dipasangi sabuk pengerat [fiksasi] agar anggota itu tidak bisa bergerak atau "mengamuk" karena kesakitan waktu sedang disunat!

Dengan posisi begitu,Jeremy dan yang hadir bisa menyaksikan bentuk otot dada dan puting susunya serta otot perut anggota sialan itu! Tentu saja pola pertumbuhan bulu-keteknya juga terlihat amat jelas.

Setelah Dr.Jonathan membersihkan jembut, kontol, dan biji-peler anggota sialan itu,seorang perawat militer [laki-laki] melatih anggota itu untuk mengatur nafas, - jika anggota yang akan disunat itu sudah biasa mengatur nafas,dia disuruh untuk menarik dan mengeluarkan nafas secara pelan-pelan beberapa kali dan pandangan matanya agar tertuju ke rata-rata air [tidak tertuju ke arah kontolnya sendiri].Dalam keadaan begitu Dr.Jonathan lalu mempersilahkan Jeremy selaku Komandan Kesatuan melakukan keratan awal atau "keratan kehormatan".

Jeremy akan dengan sengaja mengerat kulup anggota sialan itu dengan suatu gerakan yang disentakkan sehingga anggota itu kaget tergelinjang kesakitan dan wajahnya tampak menarik rona amak kesakitan dan langsung akan menjerit : "AGH!' atau "ADUH"!

Momentum sadis itulah yang jadi favorit Jeremy. Pada dasarnya Jeremy mewajibkan seluruh anak buah -nya wajib sunat atau wajib sunat ulang semata-mata untuk menikmati momentum yang sadis itu!

Selanjutnya Dr.Jonathan akan meneruskan keratan seluruh kulup ke kiri dan ke kanan tanpa anestesi sehingga anggota itu makin menggelinjang karena kesakitan sampai tubuhnya yang telanjang bulat itu berkilat-kilat karena keringatnya yang keluar membanjir di sekujur tubuhya akibat menahan nyeri yang teramat sangat!Sewaktu kulit di bagian bawah lobang kencing [frenulum] dipotong, anggota itu juga akan tergelinjang lagi karena kesakitan. Sebab bagian itu amat sensitif dan banyak serabut syarafnya.Tidak jarang anggota itu menjerit lagi kesakitan: "AGH!" atau "ADUH!"

Episode ini juga amat disukai oleh Jeremy.Biasa-nya Jeremy menyaksikan proses penyunatan dan juga proses penyiksaan lainnya sambil dia terngaceng-ngaceng kontolnya.Tak jarang sampai cairan mazie-nya keluar.Setelah proses itu selesai maka Jeremy akan masuk ke kamarnya atau ke kamar mandi-nya untuk onani! Itu saja! Ta'i!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Udin

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Tarno

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Beni