Akademi Fantasi Gay: Sentuhan Akhir

Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang.

Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada pelanggan dan akan memberikan customer satisfaction yang tinggi, betapapun lihainya permainan yang mereka sajikan namun bila tidak diimbangi dengan penampilan yang layak jual maka upayaku akan tidak optimal, begitulah aku mencari tahu kesekitar kampus kira kira dimana aku mendapatkan orang yang dapat melakukan sentuhan akhir pada peserta. Akhirnya aku temukan sebuah salon yang memungkinkan untuk mewujudkan impianku merubah penampilan para akademia, sebuah salon yang lengkap menyediakan jasa penataan rambut, tatoo dan body piercing.

Agar tidak terlalu mencolok perhatian orang maka kuputuskan membawa sepasang demi sepasang peserta akademia untuk diperbaiki penampilannya di salon tersebut, Adi dan Bonar mendapat giliran yang pertama, rambut dipotong ala mutakhir diberi cat dan highlight, anting ditelinga kiri Adi dan tatoo permanen didada kanan demikian pula Bonar minta anting di kedua pentilnya yang melenting dan tatoo permanen melingkar dikedua lengan, kuku tangan dan kaki dirawat diberi cutex ala David Beckham, metroseksual... ahh, pangling melihat mereka setelah selesai didandani di salon itu. Banci pemilik salon merasa tak perlu dibayar jasanya asal diijinkan untuk dientotin oleh Adi dan Bonar, kenapa tidak? aku sampaikan permintaan banci pemilik salon itu kepada mereka berdua dan...

"Ahh... aww... aaaii... fuck me harder, oh shit!"

"Empotan pantatnya yahud banget" teriak Adi

"Oh, shit!, fuck me harder, please... ai aaiii"

terdengar sudah rintihan dan teriakan erotik banci pemilik salon ketika kontol Adi dan Bonar menghajar lobang yang ada ditubuhnya dan aku juga mengentotin anak buah banci pemilik salon yang juga terangsang berat ketika melihat permainan bossnya bersama Adi dan Bonar secara live di kamar salon tersebut. Tiga hari berturut turut aku membawa peserta akademia kesana dan tiga hari itu pula lobang kenikmatan pemilik salon dientot habis habisan oleh anak buahku.

Cokro dan Don dihari kedua, Cokro minta kontolnya ditatoo gambar naga, hal itu mengharuskan dia tetap ngaceng selama tiga jam ketika seniman tatoo melaksanakan pekerjaannya dan... aku kagum pada hasil latihanku selama ini pada Cokro, tiga jam terus menerus dia sanggup dapat mempertahankan kontolnya ngaceng tegak tanpa pernah merasa lelah. Kepala naga di kepala kontolnya dan badan naga meliuk liuk dibatang kontol serta berakhir dengan ekor naga di jembutnya. Bila telah selesai dan kontolnya kembali lemas maka kulup kontolnya akan menutupi kepala naga tersebut dan akh... bila kontolnya kembali ngaceng kepala naga menyeruak membuka kulupnya seakan siap menerkam mangsa, sebuah animasi luar biasa tercipta dari tatoo naga dikontol Cokro.

Demikian pula Don, ia minta sebuah cincin baja dipasang pada frenulum kontolnya sehingga sangat kontras baja putih dengan kontol gede item milik Don dengan tatoo matahari bersinar melingkari pusarnya. Edmond dan Fred dihari ketiga, potongan rambut punk, anting dihidung dan tatoo fuck me harder dengan panah menuju lobang pantat menghiasi bokong Fred. Mereka memberikan servis berkali kali pada banci pemilik salon sampai terengah engah minta minta ampun karena kedua anak didikku tak mengenal lelah menghajar banci tersebut dengan segala macam gaya entotan yang diperoleh semasa training di kampus akademia.

Seragam akademia yang berupa kaos buntung dan celana boxer tipis membayang yang sudah nggak karuan lagi bentuknya karena robekan dan aus kini diganti dengan seragam bar&pub, ada beberapa jenis seragam bar&pub Koh Tjiang yang sudah dipersiapkan untuk mereka yang di disain penata busana di Jakarta dengan sangat apik berdasarkan jam layanan bar&pub dan tema pada hari layanan, bukan main gagahnya mereka.

Aku berani bertaruh tak akan ada satupun pengunjung bar&gay homo ini yang tidak akan runtuh imannya melihat penampilan sexy ke enam anak didikku. Betapa tidak, mulai dari pakaian lengkap jas dengan dada bidang berotot mereka terbuka penuh sampai pakaian yang paling minim yaitu cawat lycra warna stabilo hanya menutupi kontol; mulai dari kaos buntung ketat dengan celana jeans stretch menampilkan keindahan lekuk dan tonjolan otot kaki dan otot kontol sampai dengan seragam sado masochist leather & belt celana kulit pantat terbuka.

Semua peserta didik dilatih untuk versatile, artinya siap mengentot dan siap dientot, macho top dan sweet bottom, soft core maupun hard core, dan untuk teknik melayani makanan minuman pengunjung bar&pub seorang manajer F&B dari hotel berbintang telah melatih mereka sehingga saat ini ke 6 peserta akademia sangat cekatan untuk hal tersebut.

Manajer F&B yang ternyata homo tulen penikmat kontol gede itu juga mengajarkan bagaimana mereka dapat menyendokkan es krim dari gelas pelanggan dengan kontol ngaceng dan menyuapi es krim yang ada di kontol mereka langsung ke mulut pelanggan tanpa tumpah mengotori baju pelanggan. Ketika praktek menyendokkan kontol ber es krim maka manajer F&B, Gugun dan aku bertindak seolah pengunjung bar. Aku sangat terharu melihat ke 6 anak didikku saat ini, sebentar lagi mereka akan keluar dari kampus Akademia Fantasi Gay untuk menjalankan tugas mereka di bar&pub milik Koh Tjiang.

Mereka sedang bersuka ria menghajar mengentotin seorang satpam slave berbadan kekar masih lengkap dengan seragam satpamnya yang ketat yang robek berdarah disana sini akibat hajaran cemeti berduri anak didikku, Johan Pahlawan alias Pria Sejati, dia tergantung nungging dengan rantai di tiang SM, dua kontol bergantian mengentotin lobang pantatnya sampai berdarah darah dan dua kontol lagi berlomba lomba mengentotin mulutnya yang terkuak lebar, sedangkan Fred masih terus menghayunkan cemeti berduri ketubuh satpam slave itu sambil ngloco

"Ctaar... arrggh, ctaaar... arrggh, ctaar..."

"Lobang pantatmu enak banget satpam homo anjing"

"Isepan loe maut banget, dasar bajingan doyan kontol"

dan Don mengencingi bekas cambukan tersebut membuat satpam itu terpekik karena perih namun bibirnya masih menyungging senyum karena sangat menikmati siksaan seksual yang diberikan oleh ke enam anak didikku.

Aku flash back kondisi mereka saat pertama kontol mereka aku emut di sudut sudut kelam kehidupan jalanan kota Jakarta, badan kurus lusuh tak terurus, mata sayu tanpa cahaya menatap masa depan yang tak tentu arah, selalu jadi korban pelecehan seksual atau setidak tidaknya menjadi pemuas dahaga waria jalanan yang nggak laku nggak dapat kontol pelanggan... "keciiaaan deh lo!";

kini mereka menjelma menjadi enam orang pemuda metroseksual yang tampan kekar berotot, siap melayani permainan seks yang berkelas dan cekatan dalam menjalankan tugas. Wajah mereka cerah dengan tatapan mata yang bersinar menatap masa depan yang cerah setidak tidaknya jauh lebih terjamin dibanding beberapa bulan yang lalu. Tergantung anda juga wahai pembaca MOTN yang gay sejati, berbagi kebahagiaan dengan mereka di bar milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar, tentunya dengan bonus kontol gede pilihan anda... mau khaaan??? (hmm, gw lagi pengen dildo neh... atawa ada yang mau ngasi kontol beneran?)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Udin

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Tarno

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Beni