Postingan

Menampilkan postingan dari 2001

Akademi Fantasi Gay: Zero Hour at Ground Zero

Jam 00.00 pada hari Minggu pembukaan bar& pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar. Undangan telah berdatangan hadir, aku melihat tokoh gay Indonesia dari Surabaya juga hadir malam itu dan banyak selebriti, pejabat, mantan pejabat, pebisnis, profesional muda dan juga atlit yang hadir malam itu.

Akademi Fantasi Gay: Yudisium

Minggu depan para peserta akademia akan mulai bertugas di bar&pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar Jakarta, berarti kampus Akademi Fantasi Gay akan kosong entah untuk berapa lama aku belum mendapat order lain dari Koh Tjiang. Upacara yudisium untuk melepaskan para akademia akan segera diselenggarakan di kampus, kami sudah merencanakan sedetil mungkin tahap demi tahap jalannya upacara agar dapat menjadi kenangan tersendiri bagi semua fihak yang selama ini telah mengikuti membantu menuntaskan kurikulum Akademi Fantasi Gay termasuk para peserta akademia yang sukses mengikuti pelatihan tersebut tanpa ada yang tereliminasi. Tiga hari sebelum hari H, kami sudah melakukan pertandingan olahraga antar peserta dan pengajar serta pembantu di kampus akademia... ya tentunya pertandingan olahraga berbau kejantanan yang berakhir dengan pesta seks sesama.

Akademi Fantasi Gay: Sentuhan Akhir

Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang. Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada pelanggan dan akan memberikan customer satisfaction yang tinggi, betapapun lihainya permainan yang mereka sajikan namun bila tidak diimbangi dengan penampilan yang layak jual maka upayaku akan tidak optimal, begitulah aku mencari tahu kesekitar kampus kira kira dimana aku mendapatkan orang yang dapat melakukan sentuhan akhir pada peserta. Akhirnya aku temukan sebuah salon yang memungkinkan untuk mewujudkan impianku merubah penampilan para akademia, sebuah salon yang lengkap menyediakan jasa penataan rambut, tatoo dan body piercing.

Akademi Fantasi Gay: Masa Training

Ke enam calon terpilih memasuki kampus Akademi Fantasi Gay. Seragam kaos buntung ketat dengan celana boxer tipis membayang, Adi kulit sawo matang pakaian warna merah, Bonar sawo matang pakaian warna jingga, Cokro kulit kuning pakaian warna kuning, Don kulit hitam pakaian warna hijau, Edmond kulit putih kuning pakaian warna biru dan Fred kulit hitam pakaian warna ungu. Warna warni pelangi, bendera gay, ditubuh lelaki muda peserta Akademi siap menjalankan pelatihan selama 3 bulan sementara menunggu bangunan side wing bar&pub milik Koh Tjiang selesai dibangun. Adapun silabus pelatihan sederhana saja, mereka diharuskan untuk setiap hari melatih otot tubuh mereka dibawah bimbingan instruktur fitness homo tulen, Gugun, pemuda ganteng sama sekali nggak doyan memek, dagu dan cambang kehijauan bekas cukuran, berlesung pipi tubuh berotot berbentuk segi tiga dengan otot pantat bulat kencang menggugah selera, anak buah Koh Tjiang juga.

Akademi Fantasi Gay: Rekrutmen

Koh Tjiang memanggilku untuk menyampaikan maksudnya memperluas bidang usaha bar&pub miliknya di bilangan Mangga Besar, yaitu menambah side wing eksklusif untuk gay. Untuk itu ia merasa perlu untuk melakukan seleksi ketat terhadap calon "waiter paripurna" yang akan mengisi lowongan tersebut, dan ia menetapkan beberapa syarat agar aku dapat mencarikan tepat sesuai keinginannya serta berjanji akan memberikan segala sesuatu bantuan finansial padaku dalam upaya seleksi tersebut. Aku setuju saja, lagi pula pekerjaan di kantorku saat ini tak menjanjikan apapun tentang masa depan, hanya sebagai pembantu umum saja yang tidak mempunyai jenjang jabatan, i'm quit.