Hampir tiga minggu telah berlalu diantara siswa mungkin ada yg telah tidak mampu bertahan sehingga dimalam itu tiga siswa mencoba melarikan diri dari kamar, rupanya mereka telah merencanakan pelarian ini namun langkah mereka tercium oleh para instruktur namun para instruktur sengaja memudahkan mereka meloloskan diri dari kamar hingga akhirnya tiba di pintu besar aula, mereka merasa senang karena dengan mudah telah melumpuhkan 8 orang siswa peraga yg bertugas sebagai pengawal sekolah dengan mudah, rupanya mereka tertipu dan mereka ditembak dengan peluru karet dan di jebloskan kedalam ruang interogasi yg selanjutnya akan disiksa penyiksaan, siksaan dilakukan oleh siswa peraga, siswa peraga ini banyak gunanya dan bebas digunaka oleh para instruktur sebagai alat peraga atau barang contoh yg digunakan oleh instruktur pengajar, mereka juga sebagai pengawal atau penjaga untuk keperluan pusdiklat ini dan mereka masih berstatus siswa namun mereka telah masuk ketahap magang atau praktek kerja.