Postingan

Menampilkan postingan dari 2007

Manfaat Kerja Bakti

Minggu pagi. Minggu yang cerah. Sebagian besar kaun bapak di RT-ku bergotong royong membersihkan lingkungan yang rutin dilaksanakan sebulan sekali. Rutinitas bulanan yang sangat aku sukai. Selain berolahraga aku juga bisa memanfaatkannya untuk memanjakan selera homoku. Bagaimana tidak? Para bapak itu umumnya hanya mengenakan celana pendek yang bias menunjukkan kekekaran paha dan betis mereka. Dan yang terpenting, sebagian besar dari mereka memiliki tonjolan yang lumayan besar di depan celananya. Akh"¦ Aku memang belum pernah melihat satu pun kontol mereka. Namun, aku yakin ukuran mereka cukup banyak yang di atas standar. Semoga saja ada yang menjadi milikku pagi ini! "Bapak-bapak! Istirahat dulu... Ada lontong, nih!"  teriakan Mang Udin menghentikan kegiatan seluruh peserta kerja bakti.

Di Pos Satpam

"Siapa kamu!?" pertanyaan Pak Satpam tersebut sangat mengejutkanku. Aku rasa lebih tepat jika disebut dengan hardikan. Kalau bertanya kok nadanya sadis amat? "Ssss" tentu saja aku sangat gugup untuk menjawab pertanyaan (hardikan) tersebut. "Siapa!!" kali ini benar-benar berupa hardikan. "Tri Pak" dengan susah payah kukumpulkan keberanianku untuk menjawabnya. "Mau apa di sini!?" lagi-lagi hardikan.

Calon Taruna AKABRI

Kisah dibawah ini adalah fiktif belaka, semua peristiwa, nama, maupun tempat hanyalah merupakan fiktif demata, apabila trdapat kesamaan didalamnya maka itu semua hanyalah suatu kebetulan semata-mata. Prolog : Calvin tokoh kita ini adalah seorang siswa kelas 3 di salah satu SMA favorit didaerahnya, menjadi seorang tentara merupakan impiannya sejak ia masih duduk dibangku SMP. Berasal dari keluarga yang harmonis, dengan kedua orang adiknya yang sangat ia sayangi, Calvin merupakan anak tertua dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang pegawai negeri disalah satu instansi pemerintah di Jakarta, yang saat ini sedang bertugas di pedalaman Irian Jaya (sekarang Papua). Cita-citanya untuk menjadi seorang tentara sempat memperoleh penolakan dari ayahnya, yang berkeinginan agar Calvin meneruskan pendidikannya ke fakultas kedokteran.

Akhir Dari 1 Bulan Pertama

Tanpa terasa ini adalah hari terakhir satu bulan pertama, kegembiraan bisa dirasakan karena hari ini akan mandi dgn bersih dan seragam akan diganti dengan seragam baru, karena seragam yg kami kenakan sudah kumal dan label nama kami yg disulam dgn dasar putih dan tulisan hitam sudah menjadi dasar abu abu suram dan celana dalam juga sudah sangat bau dan terasa gatal.

Siswa Yang Membangkang

Hampir tiga minggu telah berlalu diantara siswa mungkin ada yg telah tidak mampu bertahan sehingga dimalam itu tiga siswa mencoba melarikan diri dari kamar, rupanya mereka telah merencanakan pelarian ini namun langkah mereka tercium oleh para instruktur namun para instruktur sengaja memudahkan mereka meloloskan diri dari kamar hingga akhirnya tiba di pintu besar aula, mereka merasa senang karena dengan mudah telah melumpuhkan 8 orang siswa peraga yg bertugas sebagai pengawal sekolah dengan mudah, rupanya mereka tertipu dan mereka ditembak dengan peluru karet dan di jebloskan kedalam ruang interogasi yg selanjutnya akan disiksa penyiksaan, siksaan dilakukan oleh siswa peraga, siswa peraga ini banyak gunanya dan bebas digunaka oleh para instruktur sebagai alat peraga atau barang contoh yg digunakan oleh instruktur pengajar, mereka juga sebagai pengawal atau penjaga untuk keperluan pusdiklat ini dan mereka masih berstatus siswa namun mereka telah masuk ketahap magang atau praktek kerja.

Pelajaran Kepatuhan Satuan Pengamanan

Untuk minggu kedua kami diberikan pakaian seragam PDL (Pakaian Dinas Luar) dan celana dalam yg berwarna biru tua,seragam ini lebih keren dan tahan kotor karena warnanya biru gelap, namun kali ini seragam ini harus kami pakai selama 3 minggu tidak boleh dicuci dan kami diizinkan mandi 3 hari sekali.kali ini pengemblenagn kali ini lebih terfokus kepada fisik,hukuman ditentukan oleh instruktur dan biasanya hukumannya selalu berbau sex,ini berguna untuk mempertahankan semangat juang untuk menjamin keamanan tuannya dan kemampuan dalam pelayanan sex para satpam.

Mencari Kerja Sebagai Security

Telah setengah tahun saya lulus STM namun dijaman modern ini sungguh susah mendapatkan pekerjaan, dipagi yang cerah sewaktu membeli rokok diwarung terlihat sebuah surat kabar lokal yang tercetak “ Dibutuhkan 100 orang pemuda untuk dididik menjadi Security professional “ maka segera saya kembali ke rumah mandi,berpakaian dengan rapi kemudian mengambil beberapa fotokopi ijasah tamat sekolah yang berguna dalam melamar pekerjaan. Jam menunjukan pukul 10:30 dengan senyum optimis saya segera keluar rumah dan menunggu angkot, sungguh mujur pagi itu karena saya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk angkot jurusan alamat yg saya tuju.