Postingan

Menampilkan postingan dari 2005

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Udin

Orangnya tinggi slim tetapi badannya padat dengan bentuk tubuh V-shaped yang sangat menggiurkan setiap lelaki sakit seperti diriku, rambutnya gondrong ikal hitam mengkilap mirip rambutnya Rangga dalam AADC, ada tindik perak di anak kuping kanannya dan tatoo kecil di daerah leher kirinya, dadanya bidang dengan otot dada menggelembung tercetak di kaos ketat yang selalu dipakainya, perutnya... aduuuh, ga tahan neh... tipis rata berbonggol-bonggol otot, pinggangnya ramping dan tungkai bawahnya panjang langsing mirip tungkai negro dan yang paling penting ya apalagi kalau bukan tonjolan kontolnya yang tercetak guede di celana jeans cut off low hang itu. Namanya sangat sederhana - Udin.

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – JONI

Jari Joni yang berbonggol-bonggol gede keras kapalan masih keluar masuk dan berputar putar didalam lobang pantatku yang sudah licin dibasahi oleh precum Beni, sementara aku masih saja menjilati membersihkan kontol Beni. Joni yang terkadang dipanggil Juntak itu berusia sekitar 20 - 25 tahun, tipikal lelaki muda Batak yang fresh from the "huta", wajahnya persegi keras tubuhnya "pendekar" (pendek dan kekar), logat bahasanya masih kental dan wow... kontolnya yang gede masih uncut ! Diantara kelima pekerja itu dialah yang paling slebor berpakaian, celana jeans bututnya sedemikian sempit membalut kakinya sehingga bentuk kontolnya tercetak nyata dicelananya tersebut dengan robekan disana sini dan terutama disekitar kontolnya yang gede itu tampak bahan jeans tersebut menipis aus mungkin karena keseringan digosok-gosok oleh yang empunya kontol, ritsleting celana jeansnya sudah rusak hingga terbuka begitu saja memaparkan jembut hitam ikal milik Joni bahkan kancing celananya p...

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Beni

Seharian ketika bekerja dikantor, lobang pantat aku terasa perih karena kemarin malam telah dihajar oleh 2 kontol sekaligus, yaitu kontol Tarno dan kontol Beni. Kedua kontol tersebut gede-gede, duh... ampun bang, kontolmu gede banget. Tapi aneh, dalam keperihan tersebut muncul kerinduan yang mendalam akan hajaran kontol pekerja tersebut kembali untuk memenuhi liang sanggama aku, entahlah... semakin menjelang petang aku semakin gelisah ingin segera kembali bertemu dengan mereka untuk menikmati gumulan sodokan muncratan yang penuh nafsu jalang membara dari pekerja muda perkasa tersebut.

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget – Tarno

Setelah mereka puas memuncratkan pejuh kedalam tubuhku aku dan pekerja yang dipanggil No (ternyata belakangan aku tahu ia bernama Tarno)keluar dari kamar mandi tersebut menuju bedeng tempat mereka tidur. Aku hanya memakai celana saja sedangkan bajuku aku sandang dibahu, Tarno telanjang bulat berjalan dengan santai menuju bedeng mereka... gila bener ini anak, pikirku, betapa beraninya dia berbugil ria ditempat terbuka seperti ini walaupun malam semakin kelam namun tak tertutup kemungkinan ada saja orang yang masih melintas ditempat tersebut. Sebelah tangannya memegang baju dan celananya yang bergulung gulung dan sebelah lagi tangannya melingkari pinggangku, terasa betapa kekar dan keras telapak tangannya ketika menyentuh kulit pinggangku yang putih halus mulus.

Ampun Bang, Kontol Elo Gede Banget

Berulang kali aku melintasi tempat proyek pembangunan tower listrik tersebut selalu saja aku lihat ke empat pekerja yang sekitar 20-an tahun tersebut bekerja di lokasi itu, tak banyak orang lain ditempat tersebut karena agaknya pembangunan tower listrik tersebut sedang dalam proses penyelesaian saja, membersihkan puing yang tersisa karena disana disini banyak teronggok puing besi dan kabel serta beberapa onggokan kayu yang agaknya bekas penyangga tower tersebut ketika hendak ditegakkan.

Aku Dan Abang Di Taman Cibodas

Hari rabu itu aku baru keluar dari kantor jam 10.30 malam. Aku kos di daerah Taman Cibodas Tangerang, jadi mobil kantor yang nganter aku pulang sampai di depan gerbang perumahan saja, selanjutnya aku jalan kaki. Aku biasa pulang malam seperti ini jadi nggak ada yang istimewa.

Satpam Vs. Satpam

Mereka adalah teman satu kantor, yaitu sebagai satpam di salah satu bank swasta di Jogja. Mereka bernama Yudi, 26 thn, dan Bram, 30 thn. Orang gak bakal percaya kalo mereka sebenarnya pasangan gay. Melihat tampang mereka yang maskulin banget dengan wajah tampan dan tubuh bagus, tentu banyak yang mengira mereka normal.

Satpam BRI

Namanya Jon Hutabarat, nama depannya kayak nama dari orang dari daerah barat. Tapi itu nama aslinya dan nempel di name tag seragam satpamnya yang ketat. Sebagai satpam bank, dia sedikit beda. Kalau satpam-satpam lain biasanya tinggi besar sedangkan dia sedikit pendek, aku rasa tingginya kurang dari 170 cm. Kulitnya putih banget dengan tangan yang berbulu tidak terlalu lebat. Wajahnya ganteng dan cute tapi terlihat banget muka bataknya yang keras dengan bibir yang tidak terlalu tebal berwarna kemerahan. Cambangnya dibiarkan tumbuh dengan rambut yang cepak, kesannya dia laki-laki banget. Kalau dari belakang dia sangat menyenangkan untuk dilihat. Badannya terlihat tegap dan pantatnya seksi banget, keras dan agak menonjol apalagi dia pakai celana satpam yang ketat sehingga cetakan celana dalamnya terlihat. Belum lagi kalau di lihat dari depan, tonjolan kontolnya terlihat besar.