Postingan

Menampilkan postingan dari 2002

Kuli Pemecah Batu

Aku berjalan didekat bangunan tempat tinggal sementara kuli pemecah batu. Sore itu tampak empat orang kuli pemecah batu sedang beristirahat didepan bangunan tersebut, tubuh mereka kekar berotot terlatih karena pekerjaan mereka yang cukup berat memakai tenaga, terbungkus dengan pakaian wearpack ( coverall ) biru tua yang sudah buram dan terbuka tak berkancing dibagian dada sehingga mempertontonkan ke kekaran tubuh mereka, membuat jantungku berdesir keras dan keinginanku untuk ngentot dan di entot muncul seketika. Aku masuk mendekati mereka sambil menawarkan rokok yang memang sengaja selalu kubawa untuk pembuka bahan pembicaraan dengan orang yang aku taksir.

Nafsu Badak, Tenaga Kuda Pejantan #2

Entotin bencong itu..... yoook " bisik Jono kepadaku  Dasar anak muda, nafsu badak tenaga kuda pejantan, tidak ada capek capeknya kontol gedenya mengumbar nafsu. Kamipun membuntuti bencong tersebut ke tempat mangkalnya.  "Haaai... ngewek Maaaaas." sapa bencong itu kepada kami berdua dengan suara manja. 

Nafsu Badak, Tenaga Kuda Pejantan

Kenakalan anak sekolah kejuruan ( STM ) memang sudah terkenal di seantero negeri ini, namun pengalamanku seharian bersama temanku Jono merupakan sesuatu yang lain. Sejak pertama aku sudah memperhatikan perangai Jono, anak STM Swasta di bilangan Tj Priok. Dia kost dekat rumahku, sehingga pulang perginya dia selalu aku amati karena harus melewati gang didepan rumahku. Anak itu berumur 20 tahun, duduk dikelas 3, badannya tinggi, atletis, rambutnya gondrong dipotong model shaggy, selalu memakai baju dan celana yang ngepas dibadan membuat lekuk tubuh jantannya tergambar jelas, berasal dari desa di Jawa Tengah, namun pengaruh hidup dikota besar membuatnya binal tak terkendali seperti halnya anak urban.

Kuli Gali Lebih Gila Lagi

Kehidupan sehari hari dikalangan pekerja kasar sangatlah sederhana tanpa banyak basa basi, dapat bertahan hidup, makan, tidur dan ngentot, cukuplah sudah. Namun hal itulah yang membuat aku dapat memuaskan fantasi seksku yang menggebu gebu tanpa banyak persyaratan mereka akan memenuhinya dengan permainan kejantanan sejati yang binal, liar, dan buas. Hari ini aku bete amat dirumah karena hujan mengguyur Jakarta sehaian penuh, aku pergi keluar rumah naik bis kota sampai ke daerah Jembatan Besi aku turun dan berjalan dalam guyuran hujan hingga pakaianku basah kuyup. Tampak sebuah bedeng pintunya terbuka dan ada seorang kuli galian tanah sedang berdiri membersihkan pacul dan linggisnya yang penuh lumpur dengan air dari tirisan atap bedeng tersebut. Aku berlari lari kecil kearah bedeng tersebut seakan berupaya menghindarkan diri dari guyuran hjan untuk berteduh.

Kuli Cucian Mobil

Aku sedang berjalan di by pass, hinnga sampai ditempat cucian mobil di daerah tersebut pada sore menjelang malam hari. Ketika itu mobil terakhir baru saja keluar dari tempat cucian mobil itu dan ke empat kuli pencuci mobil sedang bermain main sambil lempar melempar lap cucian sesamanya. Dua orang kuli sekitar usia 30-an sedang kan yang dua lagi sekitar 18 - 20 tahunan, seorang memakai wearpack (coverall) dengan kancing terbuka semua, tiga orang lagi bertelanjang dada, seorang memakai celana jeans cut off dan dua orang lagi memakai boxer. Mereka hitam legam berkilat karena terbakar matahari seharian dan otot otot mereka membuat aku terpana, kontolku mulai bergetar didalam celana ketika memperhatian kuli tersebut saling melempar dan bergelut di pelataran cucian mobil tersebut. Aku berhenti dan duduk memperhatikan mereka, ketika salah seorang kuli yang menghampiriku sambil berkata "Mau ngapain, Mas "

Satpam Oke

Sore itu hanya ada aku dan seorang satpam dirumahku. kedua orang tuaku sedang pergi ke pesta pernikahan salah seorang kerabat. mulanya mereka memaksa aku untuk ikut, tapi dengan alasan ingin menyelesaikan tugas kuliah akhirnya mereka mengijinkan aku tinggal.